Diperiksa soal Kasus Ninoy, Novel Mengaku Tak Berada di Lokasi

Diperiksa soal Kasus Ninoy, Novel Mengaku Tak Berada di Lokasi
Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin (tengah) meninggalkan lokasi aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (27/6/2019). ( Foto: Antara Foto / M Risyal Hidayat )
Bayu Marhaenjati / JAS Kamis, 10 Oktober 2019 | 22:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin, rampung menjalani pemeriksaan terkait kasus penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng, di Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Penyidik memberikan 33 pertanyaan, di antaranya seputar kegiatan Novel pada tanggal 30 September 2019, pada saat Ninoy mengalami penganiayaan.

"Malam ini sudah selesai pemeriksaannya yang dilakukan Unit 1 Resmob Polda terhadap bapak Novel. Ada sekitar 33 pertanyaan yang diajukan, jadi terkait kegiatan pak Novel pada tanggal 30 (September 2019), dan sudah diberikan keterangan selengkap-lengkapnya, sejelas-jelasnya dan sejujur-jujurnya. Jadi BAP dimulai jam setengah empat (15.30 WIB), sudah selesai jam setengah sembilan (20.30 WIB)," ujar Krist Ibnu Wahyudi selaku pengacara Novel, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/10/2019).

Menyoal apakah Novel berada di Masjid Al-Falaah pada tanggal 30 September, Krist menyampaikan tidak ada.

"Tidak ada di lokasi, sedang melakukan kegiatan di tempat lain. Ada kegiatan pribadi, baik itu pekerjaan, jadi tidak ada kaitannya sama sekali dengan tanggal 30, di Masjid Al-Falaah," ungkapnya.

Krist menyampaikan, Masjid Al-Falaah memang merupakan tempat ibadah Novel sejak kecil, sehingga dia biasa atau rutin mengisi ceramah baik ketika Solat Jumat maupun pengajian. Namun, pada saat peristiwa pada tanggal 30 September, Novel tidak berada di sana.

"Kejadian tanggal 30, sejak dari siang sampai malam hari, dan sudah dijelaskan bahwa pada tanggal tersebut saudara Novel ini sedang berada di tempat lain dan sedang mengisi kegiatan pribadi dan kegiatan rutin. Jadi tidak ada di Masjid Al-Falaah Pejompongan," katanya.

"Kalau pun ada di Masjid Al-Falaah Pejompongan bukan tanggal 30, karena memang rutin mengisi kegiatan pengajian, khutbah Jumat bahkan salat. Karena memang pak Novel ini dari kecil berada di lokasi masjid tersebut, karena rumahnya memang di sana dari sejak lahir," tambahnya.

Krist menuturkan, pihaknya berharap penyidik sudah mendapatkan keterangan yang lengkap dari Novel, sehingga semuanya sudah jelas.

"Kita harapkan penyidik sudah jelas mendapat info dari Novel, bahwa ada narasi yang dibilang habib di peristiwa itu tidak ada. Jadi sudah diberikan semua keterangan, dan diharapkan penyidik sudah clear, dan bisa melanjutkan penyidikan proses ini selanjutnya," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com