Polres Jakut dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bersinergi Cegah Premanisme

Polres Jakut dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bersinergi Cegah Premanisme
Polisi menggelandang para preman dalam razia premanismedi Mapolda Metro Jaya. ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Carlos Roy Fajarta / BW Senin, 14 Oktober 2019 | 13:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Utara dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersinergi dalam menangani kasus pemalakan atau pungli yang sering terjadi di sekitar akses jalan menuju dan dari Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kami dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan giat pro aktif untuk melakukan kegiatan preemtif dan preventif agar tidak terulang kembali kasus-kasus premanisme," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Reynold Hutagalung, Senin (14/10/2019).

Ia menyebutkan, pihaknya akan rutin melakukan pengecekan dan monitoring di pintu keluar JICT, pintu keluar Koja, dan sepanjang Jalan Raya Cilincing. Di lokasi ini diindikasikan banyak preman yang sering meminta uang terhadap pengguna jalan, terutama sopir-sopir truk yang melintasi jalan tersebut.

"Keberadaan preman-preman tersebut pada saat kegiatan di jalan sepi, mereka tidak ada dilokasi. Namun apabila ada truk-truk luar daerah yang keluar dari kapal yang sandar di pelabuhan eks presiden, maka mereka akan muncul. Itu meresahkan sopir karena meminta uang sepanjang Jalan Raya Cilincing," tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto Hadicaksono, menyebutkan pihaknya sudah mengamankan setidaknya lima orang preman yang melakukan pungli dengan modus menjual air minum ke sopir truk kontainer di Jalan Raya Cilincing pada Minggu (13/10/2019) malam.

Lima pelaku itu, adalah Sofyan (29), Bahrudin (46), Abdul (29), Ujang (34), dan Rizki (30). Kelimanya adalah pengangguran dan bekerja serabutan.



Sumber: Suara Pembaruan