Bank DKI Luncurkan Kebon Hidroponik

Bank DKI Luncurkan Kebon Hidroponik
Dirut Bank DKI, Zainuddin Mappa (batik) bersama Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi (paling kanan) meninjau pertanian hidroponik di Rusun KS Tubun, Jakarta Barat, Selasa, 15 Oktober 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / CAH Selasa, 15 Oktober 2019 | 19:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam upaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat, Bank DKI meluncurkan program Kebon Hidroponik di rumah susun (rusun) di Rusun KS Tubun dan Jatirawasari, Jakarta Barat.

Peluncuran kebun Hidroponik tersebut diresmikan oleh Wali Kota Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi dan disaksikan oleh Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, Kepala UPRS KS Tubun dan Jatirawasari, Sarjoko di Rusun KS Tubun, Jakarta Barat (15/10/2019).

Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial (corporate social responsibility-CSR) Bank DKI bagi peningkatan kesejahteraan warga Jakarta dan lingkungan hidup.

Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi memberikan apresiasi kepada Bank DKI yang peduli terhadap pemberdayaan masyarakat penghuni rusun. 

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih dengan apa yang telah dilakukan Bank DKI. Bagi saya, apa yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat, patut kita dukung. Apa yang dilakukan Bank DKI sangat bermanfaat bagi warga rusun,” kata Rustam Effendi dalam acara tersebut.

Bank DKI juga memberikan pelatihan, pendampingan dan bantuan permodalan bagi warga penghuni rusun bila ingin mengembangkan usaha kebon Hidroponik.

“Kita berharap tidak di sini saja, tetapi dapat dikembangkan ke seluruh rusun, bahkan di kantor lurah dan camat di Jakarta Barat. Total rusun di Jakarta kan ada 47 rusun, kalau di Jakarta Barat ya sekitar 10 rusun,” ungkapnya.

Sedangkan, Direktur Utama PT Bank DKI, Zainuddin Mappa mengatakan kebon hidroponik yang didirikan di rusun diharapkan bisa menjadi kebon hidroponik percontohan. Sehingga dapat menjadi stimulus bagi warga penghuni rusun untuk menjadi pengusaha tanaman sayuran hidroponik.

“Saya hitung-hitung dengan skala satu keluarga, bisa kita berikan permodalan. Nanti mereka tinggal bayar pengembalian pinjaman pokoknya dari hasil kebon yang mereka punya,” ujar Zainuddin Mappa.

Tidak hanya itu, dengan semakin banyaknya warga yang menjadi pengusaha tanaman hidroponik, maka kebutuhan sayur mayur di DKI Jakarta bisa terpenuhi. Dampaknya, bisa terjadi pengendalian harga sayur mayur di Jakarta dengan pemanfaatan lahan kosong ini.

Selain memfasilitasi kebun hidroponik, Bank DKI juga melakukan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan program kebun hidroponik kepada peserta dilingkungan Rusunawa.

Program Corporate Social Responsibility (CSR) kebun hidroponik Bank DKI juga telah terlaksana di Rusunawa Jatinegara Kaum & Jatirawasari. Ditahun 2017, Bank DKI telah memulai program Kebun Hidroponik di Rusunawa Jatinegara Kaum, dan sampai dengan saat ini telah panen sebanyak 15 kali. Kedepannya Bank DKI berencana untuk membangun kebun hidroponik di 8 (delapan) Rusunawa di Wilayah DKI Jakarta secara bertahap.

 



Sumber: BeritaSatu.com