RPTRA Dihentikan, DKI Akan Bangun 200 Taman Maju Bersama

RPTRA Dihentikan, DKI Akan Bangun 200 Taman Maju Bersama
Anak-anak bermain di taman lalu lintas, RPTRA Kebon Pala, Halim, Jakarta Timur, 5 Maret 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / CAH Kamis, 17 Oktober 2019 | 20:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam dua tahun kepemimpingan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang diinisiasi Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) dihentikan.

Sebagai gantinya untuk memenuhi target 30 persen ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta, Anies Baswedan akan membangun 200 Taman Maju Bersama (TMB) di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta. Ditargetkan, 200 TMB tersebut dapat terealisasi hingga 2022.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengatakan pada tahun 2018, baru berhasil dibangun tujuh Taman Maju Bersama dengan anggaran sebesar Rp 27,3 miliar.

Dengan rincian, ada empat TMB di wilayah Jakarta Timur. Yakni, Taman Kampung Dukuh di Kramat jati, Taman Apung di Ciracas dan TMB di Jalan SMU 99 serta TMB di Duren Sawit.

Sedangkan ada tiga TMB dibangun di wilayah Jakarta Selatan, yaitu, Taman Assakinah di Kebagusan, TMB di Cilandak dan TMB di Pesanggrahan.

“Kemudian untuk tahun 2019, direncanakan akan dibangun 53 TMB. Lalu di tahun 2020, direncanakan akan membangun sebanyak 51 TMB. Target kita sampai 200 TMB dalam lima tahun,” kata Suzi Marsitawati di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Artinya, dalam tiga tahun ini, 2018-2020, DKI Jakarta akan memiliki 111 TMB. Sehingga dalam waktu dua tahun kedepan mulai dari 2021-2022, Pemprov DKI harus mengejar pembangunan TMB sebanyak 89 taman. Agar target tersebut tercapai.

Suzi Marsitawati menjelaskan perkembangan pembangunan 53 TMB dengan nilai anggaran sebesar Rp 130 miliar, sudah ada sebanyak 30 lokasi TMB sudah hampir mencapai 100 persen pembangunannya. Sedangkan sisanya, 23 lokasi, proses pembangunannya baru mencapai sekitar 60-70 persen.

“Jadi ada yang sudah dalam tahap finishing. Ada yang baru mencapai 60-70 persen pembangunannya, tetapi kami optimistis, pembangunan TMB di 53 lokasi dapat rampung pada 10 Desember 2019 ini,” ujar Suzi Marsitawati.

Sementara itu, untuk tahun 2020, TMB akan dibangun di 51 lokasi dengan nilai anggaran sebesar Rp 190 miliar. Saat ini, forum grup diskusi (FGD) untuk pembangunan TMB di 51 lokasi tersebut sudah dilaksanakan.

“Diharapkan pada Desember 2019, kita sudah bisa lakukan lelang. Lalu pada awal tahun, pembangunan sudah bisa dikerjakan. Dan kami targetkan, pembangunan TMB di 51 lokasi ini sudah dapat rampung pada Agustus 2019,” terang Suzi Marsitawati.

Dijelaskannya, nilai anggaran pembangunan TMB tahun 2020 lebih besar daripada tahun 2019, meski jumlah TMB yang dibangun lebih sedikit dari jumlah TMB di tahun ini, dikarenakan berdasarkan hasil evaluasi perlu dilakukan pengembangan pembangunan taman.

“Karena setelah dilakukan evaluasi, ternyata perlu dilakukan penyesuaian komponen material dan desain engineering detail (DED). Sehingga anggarannya jadi lebih tingggi dibandingkan tahun 2019. Meskipun jumlah taman yang dibangun lebih sedikit dibandingkan tahun ini,” papar Suzi Marsitawati.

Seperti diketahui, dari era kepemimpinan Gubernur DKI, BTP dan Djarot Saiful Hidayat, telah diresmikan sebanyak 290 RPTRA di enam wilayah DKI Jakarta. Pembangunan tersebut berhenti saat tampuk kepemimpinan dipegang Gubernur DKI, Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com