Pemilihan Wagub DKI, Gerindra dan PKS Tunggu Rapimgab

Pemilihan Wagub DKI, Gerindra dan PKS Tunggu Rapimgab
Pimpinan DPRD usai dilantik menempati kursi pimpinan, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi (tengah), Wakil Pimpinan DPRD DKI, M. Taufik (dua kiri), Abdurrahman Suhaimi (kiri), Mirsan Samsuri (dua kanan), dan Zita Anjani (kanan), usai pengambilan janji sumpah janji jabatan yang digelar dalam Paripurna DPRD DKI Jakarta, gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin 14 Oktober 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / BW Selasa, 22 Oktober 2019 | 13:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Fraksi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih menunggu digelarnya rapat pimpinan gabungan (rapimgab) untuk pengesahan tata tertib (tatib) pemilihan wakil gubernur (wagub) dan pembentukan panitia pemilihan (panlih).

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI, Syarif mengatakan, setelah terbentuknya pimpinan fraksi, komisi dan badan di DPRD DKI, maka proses pemilihan Wagub DKI sudah dapat dimulai kembali. Artinya, rapimgab dapat segera digelar untuk pengesahan tatib dan pembentukan panlih.

Untuk nama calon wagub DKI, Syarif menegaskan kedua partai pengusung Anies-Sandiaga dalam Pilkada DKI 2019 tetap sepakat mengusung Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Dan hasil keputusan panitia khusus (pansus) pemilihan wagub DKI, semua sepakat tidak akan ada pembentukan pansus lagi. Mereka akan menggunakan tatib yang sudah disepakati dalam pansus.

Namun, sampai saat ini, mekanisme pemilihan belum ada. Karena rapimgab belum digelar sama sekali. Oleh karena itu, ia mengimbau Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi agar segera mendorong pelaksanaan rapimgab.

“Kalau menurut saya, siapa pun calonnya, kalau mekanismenya sudah disahkan bersama, akan langsung dilakukan pemilihan. Namun, kalau mekanismenya belum ada? Dua nama calon tetap sampai sekarang. Akan tetapi, tidak terlaksana juga rapimgab. Saran saya, Pak Prasetio juga harus mendorong rapimgab,” kata Syarif, Selasa (22/10/2019).

Ia tidak mau menyalahkan pihak mana pun terkait tak kunjungnya ada proses pemilihan wagub DKI. Ia menilai, semua ini terjadi karena proses politik. “Tidak ada yang salah menurut saya. Ini proses politik,” ujar Syarif.

Melihat terkatung-katungnya pemilihan wagub, Syarif mengatakan Ketua DPD DKI Gerindra, Mohamad Taufik yang juga menjabat sebagai wakil ketua DPRD DKI mengajak evaluasi masalah tersebut.

“Pak Taufik mengajak evaluasi. Kemungkinan dua hal ini yang dikomunikasikan. Mekanismenya ditata ulang, dilakukan kesepakatan atau calonnya yang dilakukan perubahan. Kalau Gerindra kan selalu cari jalan keluar. Kalau teman PKS enggak ada perubahan calon, silakan dibawa ke rapimgab,” terang Syarif.

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi mengatakan pemilihan wagub DKI menunggu panitia pemilihan (panlih) dibentuk. Ia mengharapkan pada akhir tahun ini, sudah terbentuk panlih Wagub DKI.

“Kan AKD baru dibentuk. Nanti akan kita lanjutkan dengan pembentukan panlin. Nanti kalau sudah dibentuk panlihnya, baru bekerja mulai terukur. Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah ada,” kata Abdurrahman Suhaimi.

Senada dengan Gerindra, Fraksi PKS tetap mengusulkan Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sebagai calon Wagub DKI. “Secara administratif masih dua nama itu,” tukasnya.



Sumber: Suara Pembaruan