Gelar Operasi Zebra Jaya 2019, Polda Metro Kedepankan Langkah Simpatik dan Humanis

Gelar Operasi Zebra Jaya 2019, Polda Metro Kedepankan Langkah Simpatik dan Humanis
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margono (Foto: Beritasatu TV)
Gardi Gazarin / RSAT Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra Jaya 2019 selama 14 hari dimulai Rabu (23/10/2019). Anggota di lapangan diingatkan tidak arogan dalam melakukan operasi, tetapi lebih mengedepankan langkah simpatik.

"Dalam penegakan hukum saya minta tetap mengedepankan langkah simpatik. Jangan ada arogansi dan kesewenang-wenangan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono saat memimpin Apel Operasi Zebra 2019 di Polda Metro Jaya, Rabu (23/10/2019).

Kapolda mengatakan anggota di lapangan diminta agar lebih simpatik dan humanis kepada para pengendara. Tunjukkan bahwa Polri-TNI maupun stakeholder terkait lainnya bahwa penegakan hukum bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. "Operasi ini bagian dari proses menegakkan hukum agar masyarakat mau menertibkan diri masing-masing. Pesan ini yang harus kita sampaikan kepada pengendara," ujar Kapolda Gatot.

Menurut dia, kalau pun anggota mau mengedepankan langkah penegakan hukum, lakukan secara beriringan dengan langkah preemtif dan preventif. "Dalam melakukan pemeriksaan, SOP yang ada harus dipatuhi," sambungnya.

Para anggota diingatkan juga harus melihat pelanggaran-pelanggaran di pengendara. SIM, spion, lampu sein, dan lainnya harus diperhatikan dengan jeli oleh anggota saat melakukan operasi.

Kapolda Gatot berharap, Operasi Zebra 2019 ini diikuti oleh instansi terkait, yakni TNI-Polri harus terus bersama-sama saat menggelar razia. Dirlantas Polda Metro Jaya diperintahkan oleh Irjen Gatot untuk melaksanakan razia secara gabungan, semua unsur TNI setiap operasi juga harus ada, AL, AD, AU dan Dishub. "Melakukan penenggakan hukum sesuai dengan fungsinya, sesuai kewenangannya," imbuh Gatot.

 



Sumber: Suara Pembaruan