Bank Indonesia Luncurkan Digital Island Kepulauan Seribu

Bank Indonesia Luncurkan Digital Island Kepulauan Seribu
Bank Indonesia meluncurkan Digital Island Kepulauan Seribu di Pulau Tidung, Rabu (30/10/2019). ( Foto: Berita Satu / Lenny Tambun )
Lenny Tristia Tambun / BW Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mendukung terwujudnya kawasan strategis pariwisata nasional, Bank Indonesia meluncurkan Digital Island Kepulauan Seribu di Pulau Tidung.

Kegiatan tersebut untuk memudahkan transaksi bagi wisatawan dan menjamin kelancaran sistem pembayaran yang aman dan inklusif.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang mendorong peningkatan pariwisata di Kepulauan Seribu. Bahkan data menunjukkan, hingga saat ini baru ada 5.000 wisatawan yang berwisata ke pulau ini. Oleh karena itu, Pemprov DKI membuka dan menambah jalur transportasi kapal ke Kepulauan Seribu.

“Nah, kami ingin melengkapinya dengan yang namanya kemudahan transaksi. Memang sudah ada enam pulau di sini yang telah menggunakan transaksi nontunai. Namun, itu baru sebatas ATM, kartu debit, dan QR Code. Kami mau melengkapinya dengan sistem QRIS, untuk memudahkan wisatawan dan warga Kepulauan Seribu bertransaksi perbankan dengan aman, mudah, dan cepat,” kata Hamid Ponco Wibowo di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Rabu (30/10/2019).

Sistem QR Indonesia Standar (QRIS) baru dilakukan pertama kali di Pulau Tidung. Bank Indonesia ingin Pulau Tidung menjadi proyek percontohan dalam penerapan sistem QRIS yang akan menjadikan Kepulauan Seribu sebagai Digital Island.

“Kami mau tahun 2020, kami mau semuanya sudah menggunakan QRIS. Dan Pulau Tidung akan dijadikan proyek percontohan bagi pulau-pulau lainnya di kabupaten ini,” ujar Hamid Ponco Wibowo.

Dijelaskan, penyelenggaraan Digital Island dilakukan karena Kepulauan Seribu merupakan kawasan strategis daerah Pemprov DKI Jakarta. Di samping itu menjadi salah satu destinasi wisata nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Ditambah lagi sektor pariwisata merupakan quick wins dalam mengatasi kondisi current account deficit (CAD) Indonesia.

“Peluncuran Digital Island di Kepulauan Seribu akan meningkatkan image atau brand kemudahan dan kenyamanan berwisata, melalui peningkatan pelayanan sistem pembayaran transaksi nontunai atau digital,” terang Hamid Ponco Wibowo.

Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Seribu telah memenuhi unsur 3A pariwisata. Ketiganya adalah pertama atraksi, sebagai tarik utama destinasi wisata. Kepulauan Seribu memiliki beragam potensi wisata yang tidak habis untuk dieksplorasi, mulai dari wisata alam dan kekayaan bawah laut.

Kedua, amenitas, sebagai fasilitas pendukung sebuah destinasi wisata. Kepulauan Seribu sebagai Digital Island akan menjadi pendukung yang dapat menunjang pertumbuhan destinasi wisata

Ketiga aksesibilitas, kemudahan akses untuk ke Kepulauan Seribu menjadi prioritas Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi DKI Jakarta dengan opsi sistem pembayaran yang lebih mudah dilakukan dan inklusif.

“Dari 3A ini kami ingin membantu dalam peningkatan aksesibilitas terkait transaksi perbankan,” papar Hamid Ponco Wibowo.

Ia mengharapkan, dengan adanya upaya mendorong kemajuan digitalisasi di Kepulauan Seribu, terdapat berbagai capaian yang dapat dirasakan manfaatnya baik bagi warga maupun wisatawan.

Capaian itu antara lain peningkatan inklusi keuangan, penggantian QRIS dari QR code, pemberdayaan ekonomi lokal dan akses UMKM kepada pembiayaan digital, digitalisasi bantuan sosial, dan meningkatnya ketersediaan jaringan yang mendukung digitalisasi pembayaran.

Bupati Kepulauan Seribu Husen Murad memberikan apresiasi atas peluncuran Digital Island tersebut. “Inisiasi dari BI ini membuat Kepulauan Seribu selangkah lebih maju lagi. Apalagi siap tidak siap, Kepulauan Seribu sudah dipastikan menjadi destinasi wisata nasional. Oleh karena itu kita harus berbenah diri dan menyiapkan berbagai hal, termasuk aspek 3A pariwisata tadi,” kata Husen Murad.

Kegiatan dalam peluncuran Digital Island antara lain, penggantian QR menjadi QRIS dan sosialisasi penggunaan QRIS, penyaluran bantuan sosial nontunai di Pulau Tidung Besar, pelaksanaan inklusi keuangan secara digital dalam transaksi merchant, penyerahan program sosial Bank Indonesia (PSBI), dan peninjauan UMKM.

Lalu dilanjutkan dengan penanaman dan penyerahan bibit mangrove secara simbolis dan pelepasan tukik. [LEN/W-11]



Sumber: BeritaSatu.com