Dinas Pendidikan DKI Bantah Anggaran Lem Aibon Rp 82 Miliar

Dinas Pendidikan DKI Bantah Anggaran Lem Aibon Rp 82 Miliar
(Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Syaefuloh (Foto: Beritasatu TV)
Aichi Halik / AHL Rabu, 30 Oktober 2019 | 21:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Alokasi anggaran Pemprov DKI untuk pembelian lem Aibon sebesar Rp 82 miliar dalam RAPBD 2020 menghebohkan masyarakat. Anggaran itu masuk dalam pengadaan barang dan jasa untuk pembelian alat tulis kantor di seluruh sekolah suku dinas pendidikan wilayah Jakarta Barat 1.

Terkait hal itu, (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Syaefuloh memastikan tidak ada anggaran untuk pembelian lem Aibon sebesar Rp 82 miliar dalam RAPBD 2020.

"Kalau terkait dengan anggaran Aibon, saya sudah coba sisir, InsyaAllah tidak ada anggaran Aibon sebesar Rp 82 miliar tersebut," kata Syaefuloh di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Informasi itu pertama kali mencuat dari postingan anggota DPRD DKI Fraksi PSI, William Aditya Sarana di akun twitternya @willsarana.

Menurut Syaefuloh, tidak ada kesalahan input di dalam website APBD DKI Jakarta. Hanya saja, ia mengatakan anggaran yang tampil dalam e-budgeting itu sifatnya masih sementara dan masih akan terus diperbaiki.

"Bukan salah input, tetapi memang yang ada di dalam komponen e-budgeting adalah komponen sementara yang akan kita sesuaikan berdasarkan hasil input komponen dari masing-masing sekolah," ujar Syaefuloh.

Sudin Wilayah 1 Jakarta Barat dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta kemudian menyisir anggaran tersebut.

Anggaran tersebut kemudian direvisi menjadi Rp 22,7 miliar untuk seluruh sekolah di wilayah Jakarta Barat.

"Belanja alat tulis kantor yang di situ ada komponen lem aibon disampaikan Rp 82 miliar, sebenarnya alat tulis kantor seluruh sekolah itu hanya Rp 22 miliar," ujar Syaefuloh.



Sumber: BeritaSatu TV