2020, DKI Bangun 103,7 Km Trotoar Rp 1,1 Triliun

2020, DKI Bangun 103,7 Km Trotoar Rp 1,1 Triliun
Pekerja Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta merevitalisasi trotoar di kawasan Kemang, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. Pemprov DKI Jakarta akan menjadikan kawasan Kemang sebagai destinasi wisata ikonik di Jakarta Selatan melalui penataan trotoar dengan konsep "complete street" yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019. ( Foto: Antara Foto / Galih Pradipta )
Lenny Tristia Tambun / BW Senin, 4 November 2019 | 13:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2020, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,1 triliun untuk pembangunan trotoar bagi pejalan kaki.

Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho mengatakan, anggaran sebesar itu akan menata trotoar sepanjang 103,74 kilometer (km) di lima wilayah DKI Jakarta. Anggaran tersebut cukup tinggi dikarenakan semua trotoar yang akan ditata tersebut harus diintegrasikan ke transportasi publik.

“Jadi penataan trotoar yang kita lakukan sekarang dan ke depan, adalah bagaimana menjadikan trotoar ini sebagai akses warga Jakarta dapat menjangkau transportasi publik. Seperti MRT, LRT dan BRT,” kata Hari Nugroho, Senin (4/11/2019).

Hari mengatakan, usulan tersebut sempat dibahas dalam rapat bersama DPRD DKI Komisi D pada pertemuan perdana mereka membahas rancangan (KUA-PPAS), Rabu (30/10/2019).

Ada enam skala prioritas dalam penataan trotoar pada 2020, yaitu kawasan sekitar terminal bus, kawasan sekitar stasiun kereta api seperti MRT, LRT dan KRL serta kawasan sekitar halte Transjakarta. Kemudian, kawasan komersial dan perkantoran, kawasan destinasi wisata dan kawasan pemukiman menuju transportasi umum.

“Kita petakan roadmapnya, lalu kita membangun. Artinya, pada saat 2018-2020, kita sudah mempunyai konsep desain membangun trotoar. Dan harus skala prioritas yang akan kita bantun,” ujar Hari Nugroho.

Contoh, lanjutnya, pada 2020, kita akan bangun penataan trotoar di Stasiun MRT Lebakbulus, Cipete dan lanjut hingga ke Stasiun Kota. Selain itu, juga akan dibangun trotoar di Jalan MT Haryono, karena nanti di kawasan ini ada Stasiun LRT Cawang.
Kemudian, akan dilakukan penataan trotoar di kawasan Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, kawasan Kuningan, tepatnya di GOR Soemantri Brodjonegoro. Selanjutnya di Jalan Pemuda, karena ada Stasiun LRT, kawasan Tebet, Grogol dan di Jakarta Utara karena ada Stasiun Jakarta Kota.

“Artinya, mengintegrasikan. Pejalan kaki dimudahkan dalam menuju ke transportasi umum. Jadi trotoar tadi mengintegrasikan MRT, LRT, BRT maupun KRL. Jadi selain kita bangun di arterinya, kita juga akan bangun trotoar di jalan konektornya. Dan akan mengkombinasikannya dengan jalur sepeda,” jelas Hari Nugroho.

Diungkapkan, rencana penataan trotoar pada 2020 sepanjang 103,74 km sudah melampui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2017-2022, yakni, Dinas Bina Marga DKI diamanatkan melakukan penataan trotoar sepanjang 60 km selama lima tahun.

“Ini sudah melampui target dari RPJMD. Dan kedepan, kita mau naikkan target. Tidak lagi 60 km per tahun, tetapi 100 km per tahun,” ujar Hari Nugroho.



Sumber: Suara Pembaruan