Selidiki Kebakaran Gedung Hailai, Polisi Periksa 6 Saksi

Selidiki Kebakaran Gedung Hailai, Polisi Periksa 6 Saksi
Polisi dari Polres Metro Jakarta Utara melakukan peninjauan terhadap gedung Hailai Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara yang terbakar dan dalam proses pendinginan pada Selasa (5/11/2019) pagi ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / RSAT Selasa, 5 November 2019 | 08:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi utama, dan melakukan pendataan terhadap 30 orang pekerja pembongkaran gedung restoran dan club Hailai Ancol  yang terbakar pada Senin (4/11/2019) malam.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menyebutkan dari pemeriksaan awal sumber titik api berasal dari lantai paling atas. Bangunan tersebut dahulunya merupakan restoran dan klub namun saat ini dalam kondisi kosong, dan tengah dibongkar pemiliknya untuk bangunan baru.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi dan melakukan pendataan terhadap 30 pekerja pembongkaran. Dugaan awal, api berasal dari lantai paling atas," ujar Budhi, Selasa (5/11/2019) pagi kepada awak media di lokasi kebakaran gedung Hailai.

Ia menyebutkan pihaknya akan segera melakukan pemasangan garis polisi (police line) setelah proses pemadaman yang dilakukan oleh anggota pemadam kebakaran selesai.

"Kita masih selidiki apakah ada unsur kesengajaan dalam kebakaran ini, kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik bangunan yang memang hendak melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang sudah kosong ini," tambah Budhi yang didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Dijelaskan api menyala sekitar pukul 22.00 WIB atau satu jam setelah proses pembongkaran gedung oleh para pekerja selesai pada pukul 21.00 WIB.

Menurut hasil pengamatan di lokasi, Selasa (5/11/2019), api membakar gedung Hailai yang kosong dan sudah tidak digunakan. Api tidak sampai merembet ke arena bowling yang bersebelahan dengan gedung yang terbakar. Tampak puing kayu dan keramik yang hancur akibat si jago merah yang mengamuk Senin malam.

Sementara itu, Kasie Ops Sudin Damkar Jakarta Utara, Abdul Wahid menyebutkan pihaknya mengerahkan kurang lebih 100 personel pemadam kebakaran dengan 100 unit armada mobil pendukung damkar.

"Kesulitan yang kita dapati karena banyak material mudah terbakar dan akses yang cukup kecil di titik api lantai paling atas," ujar Abdul.

Pihaknya menggunakan mobil high pressure dengan belalai panjang yang mampu menjangkau obyek terbakar hingga ketinggian 40 meter.

"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun ada anggota kami yang mengalami terkilir saat proses pemadaman," tambahnya.



Sumber: Suara Pembaruan