Heboh Ormas Kota Bekasi Minta Jatah Parkir

Heboh Ormas Kota Bekasi Minta Jatah Parkir
Toko Alfamart ( Foto: PR )
Mikael Niman / FMB Selasa, 5 November 2019 | 14:04 WIB

Bekasi, Beritasatu.com – Kota Bekasi digemparkan dengan beredarnya video organisasi massa yang meminta jatah lahan parkir di setiap minimarket. Ada sekitar 606 minimarket di Kota Bekasi dan rupanya, Pemerintah Kota Bekasi mendukung rencana tersebut dengan alasan pemberdayaan ormas sekaligus mendongkrak pendapatan daerah dari hasil pajak parkir minimarket.

Bahkan, Pemkot Bekasi telah mengeluarkan surat penugasan kepada ormas di Kota Bekasi untuk mengelola lahan parkir di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart.

Video yang dibuat di Indomaret SPBU Jalan Siliwangi-Narogong, Kota Bekasi, saat aksi unjuk rasa pada 23 Oktober 2019, menjadi viral sejak diunggah akun Facebook Peter F. Gontha. Video berdurasi 7 menit 21 detik itu tampak Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Aan Suhanda, perwakilan minimarket dan aliansi ormas Kota Bekasi serta hadir Waka Polrestro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana, yang sedang mengamankan jalannya unjuk rasa. Aliansi ormas Kota Bekasi terdiri dari Gibas, Somasi, FBR, BKMB dan lainnya.

Aan Suhanda dalam rekaman video itu mengatakan dirinya mewakili Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Aan bersama Rahmat Effendi telah mengetahui tuntutan aliansi ormas untuk mengelola lahan parkir minimarket. “Pada intinya, kita tidak lari ke belakang, bahwa Alfamart ini, semua (Alfamidi dan Indomaret) se-Kota Bekasi sebanyak 606 titik (berdasarkan aturan) sudah masuk kategori pajak, tidak lagi kontribusi dan tidak lagi retribusi (parkir), ” ujar Aan.

Pemkot Bekasi telah menerbitkan aturan Perda Nomor 10 tahn 2019, diatur bahwa parkir di Alfamaret, Alfamidi serta Indomaret sudah masuk kategori pajak parkir. Seluruh toko retail tersebut telah dikeluarkan NPWD.

Untuk pengelolaan tergantung dari pemilik Alfamart, Alfamidi, Indomaret. “Saya berharap ada kerja sama dengan ormas, tinggal kita tanya sekarang. Indomaret di sini bersedia atau tidak?” tanya Aan kepada perwakilan Indomaret.

Perwakilan toko bersedia bekerja sama dengan ormas dalam pengelolaan parkir. Namun, anggota ormas membentak untuk meminta ketegasan perwakilan toko ritel tersebut.

Aan melanjutkan, Pemkot Bekasi dalam hal ini Bapenda Kota Bekasi telah mengeluarkan surat tugas mengumpulkan retribusi parkir, dengan diberlakukannya wajib pajak, semua telah selesai. “Tinggal nanti, dibangun kerja samanya kembali,” tutup Aan.

Aliansi ormas menuntut untuk mengawal pengelolaan parkir dan pengelola minimarket agar menjalankan tuntutan ormas tersebut. “Instruksi Wali Kota Bekasi yang sudah dikirim ke Indomaret, Alfamart serta Alfamidi agar segera dijalankan. Saya minta TNI dan Polri tidak membeking pengusaha-pengusaha Kota Bekasi, bukan ranahnya mereka. Kita membantu PAD Kota Bekasi melalui Bapenda,” ujar perwakilan alinasi ormas.

Selanjutnya, Pemkot Bekasi akan membuat nota kesepahaman (MoU) dengan pengusaha minimarket yang berada di Kota Bekasi.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan pemerintah daerah sedang memilah potensi pajak. Selain itu, untuk mewujudkan perluasan lapangan pekerjaan dan pemberdayaan ormas. “Ini sebagai upaya pemerintah daerah agar tidak ada premanisme, dengan membuka lapangan kerja,” ujar Rahmat.

Pemkot Bekasi dalam lima tahun kepemimpinan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto ingin mewujudkan 150.000 lapangan kerja. “Memang betul ada pemberdayaan untuk teman-teman ormas, yang selama ini belum mendapatkan kesempatan dari proses pembangunan,” imbuhnya.

Dia juga ingin meluruskan bahwa Kota Bekasi tidak aman dan nyaman. “Bahkan ada anekdot, sebagai kota preman. Saya luruskan, memang ada pemberdayaan teman-teman ormas, yang berjalan sesuai ketentuan,” imbuhnya.

Ketua Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Kota Bekasi, Deni Ali, meminta maaf atas pernyataan yang disampaikan di dalam video yang viral. “Saya atas nama keluarga besar Gibas Kota Bekasi dan ormas Kota Bekasi mohon maaf atas statement yang saya sampaikan. Tidak ada maksud apa-apa. Ormas Kota Bekasi ingin mendukung program Kota Bekasi yang bersinergi dengan Polres Kota Bekasi, Kodim Kota Bekasi. Saya meminta maaf. Kita, ormas Kota Bekasi akan mengikuti aturan yang ada,” ujar Deni. 



Sumber: Suara Pembaruan