Ambil Alih Pengelolaan Air Minum, PAM Jaya Minta Pendampingan Kejati

Ambil Alih Pengelolaan Air Minum, PAM Jaya Minta Pendampingan Kejati
Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo, ( Foto: PAM Jaya )
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 6 November 2019 | 17:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Agar tidak salah mengambil keputusan terkait rencana pengambilalihan pengelolaan air minum, Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya meminta pendampingan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

“Kaitannya dengan rencana pengembalian pengelolaan air di Jakarta, untuk head of agreement (HOA), saat i ni kita ada pendampingan dari Kejagung. Hasil dari perhitungan independen kan sudah keluar. Lalu kita minta pendampingan Kejati,” kata Priyatno Bambang Hernowo, Direktur Utama PAM Jaya di DPRD DKI, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dalam pendampingan ini, lanjutnya, nanti pihak kejaksaan akan memanggil PAM Jaya dengan kedua mitranya, Aetra dan Palyja. Serta memanggil Tim Tata Kelola Air Bersih untuk mendapatkan masukan.

“Dengan demikian, kejaksaan akan bisa mengambil rekomendasi kira-kira nanti apa yang akan dilakukan sesuai dengan governance, compliences dan sesuai dengan tujuan akhir kita untuk melakukan percepatan layanan air bersih,” ujar Priyatno Bambang Hernowo.

Ia membenarkan bila masih ada satu mitra PAM Jaya yang belum menandatangani HOA atau kesepakatan awal. Yaitu Palyja. Ketika ditanya alasannya, ia enggan menjelaskannya. “Saat ini ya. Mungkin ditanyakan langsung ke mereka (Palyja) saja,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pada 11 Februari 2019, Gubernur DKI, Anies Baswedan yang menyatakan, Pemprov DKI memutuskan akan mengambil alih pengelolaan air bersih di DKI dengan menempuh jalur perdata. Tindakan perdata yang dimaksudkan adalah dilakukan pembahasan mengenai pengambilalihan pengelolaan air bersama dengan PAM Jaya dan dua mitra operator swasta. Yaitu, Palyja dan Aetra.

Hasil pembahasan ini akan dituangkan dalam bentuk Head of Agreement (HoA) atau Induk Perjanjian. Pembahasan ini ditargetkan harus rampung dalam waktu satu bulan dari saat keputusan itu diambil pada 11 Februari. Artinya, media Maret ini, HoA sudah disepakati bersama-sama antara PAM Jaya, Palyja, dan Aetra.

Setelah melewati pembahasan rencana pengembalian konsensi pengelolaan air di Jakarta, baru PT Aetra Air Jakarta yang telah menandatangani kesepakatan awal (Head of Agreement – HoA) dengan Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya. Kesepakatan itu telah ditandatangani hari ini, Jumat (12/4/2019).

Kesepakatan yang ditandatangni antara Direktur Utama PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo dan Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta, Edy Hari Sasono ini merupakan langkah awal untuk melaksanakan perintah Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk pengambilalihan pengelolaan air bersih di Jakarta oleh PAM Jaya.

Ada empat hal yang disepakati dalam kesepakatan awal tersebut. Di antaranya, pertama, PAM Jaya  dan Aetra bersepakat mengembalikan konsesi pengelolaan air di DKI Jakarta kepada PAM Jaya.

Kedua, sepakat untuk melakukan due diligent (uji tuntas) sebagai pertimbangan PAM Jaya dalam menyusun syarat dan ketentuan dalam pengembalian konsesi dan implikasinya.

Ketiga, sepakat menyusun transisi dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum di DKI Jakarta setelah pengembalian konsesi.

Dan keempat, menyusun peningkatan pelayanan untuk mencapai akses 82% di 2023, yang akan dituangkan dalam Perjanjian Pernyataan Kembali.

Setelah kesepakatan awal ini, papar Priyatno, akan dilanjutkan dengan pembahasan untuk mencapai kesepakatan baru dengan HoA sebagai landasannya. Ia berharap dalam waktu enam bulan akan dicapai kesepakatan baru dengan berdasar pada hasil uji kelayakan.



Sumber: BeritaSatu.com