2020, DPRD DKI Akan Bahas 40 Lebih Raperda

2020, DPRD DKI Akan Bahas 40 Lebih Raperda
Ilustrasi DPRD (Foto: Istimewa)
Lenny Tristia Tambun / CAH Kamis, 7 November 2019 | 14:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI, Dedi Supriadi mengatakan pada tahun 2020, ada kemungkinan besar dibahas 40 lebih rancangan peraturan daerah (Raperda). Hal ini mengingat, hingga saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Biro Hukum DKI telah mengajukan 30 raperda untuk dibahas pada tahun 2020.

“Apa yang diajukan Pemprov DKI melalui Biro Hukum DKI, memang terlihat sangat optimistis. Tahun ini, mereka mengajukan 30 raperda lagi. Ini belum termasuk raperda usulan inisiatif dari DPRD DKI yang masuk kita kumpulkan. Itu berarti sangat mungkin lebih dari 40 raperda,” kata Dedi Supriadi di DPRD DKI, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Dinilainya sangat optimistis, tambah Dedi Supriadi, dikarenakan setiap tahunnya, rata-rata Bapemperda DPRD DKI merencanakan pembahasan 21 raperda. Namun yang berhasil diselesaikan hanya sekitar enam raperda saja. Itupun tiganya raperda APBD DKI, APBD Perubahan DKI dan Laporan Pertanggungjawaban APBD DKI.

“Yang tiga raperda itu kan sudah menjadi pembahasan rutin setiap tahun. Tidak bisa tidak dibahas dan disahkan. Artinya, Bapemperda hanya mampu mengesahkan tiga raperda diluar itu menjadi perda,” jelas Dedi Supriadi.

Raperda yang paling banyak disahkan oleh Bapemperda terjadi di tahun 2018. Ada sekitar 11 raperda yang disahkan dua tahun lalu.

“Nah ini menjadi tantangan buat Bapemperda DPRD DKI. Bagaimana mengelola isu (pembahasan raperda) ini. Kita harus tentukan mana skala prioritas yang harus diselesaikan pada triwulan pertama, kedua, ketiga dan keempat,” ujar politisi dari Fraksi PKS DPRD DKI ini.

Berdasarkan data DPRD DKI, selama lima tahun, periode 2014-2019, Bapemperda DKI hanya mampu menyelesaikan 42 raperda dari 136 raperda yang diusulkan eksekutif dan legislatif.

Dengan rincian, Bapemperda telah mengesahkan delapan raperda di tahun 2014. Lalu mengesahkan enam raperda dari 17 raperda yang diusulkan pada tahun 2015.

Pada tahun 2016, Bapemperda berhasil mengesahkan enam raperda dari 23 raperda yang diusulkan. Kemudian mengesahkan enam raperda dari 32 raperda yang diusulkan pada tahun 2017.

Lalu pada tahun 2018, sedikit meningkat dengan mengesahkan 11 raperda dari 46 raperda yang diusulkan. Dan kembali menurun pada tahun 2019, hanya mengesahkan enam raperda dari 18 raperda yang diusulkan.

 



Sumber: BeritaSatu.com