PSI: Anggaran Defisit, Formula E Layak Dibatalkan

PSI: Anggaran Defisit, Formula E Layak Dibatalkan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pebalap Sean Gelael (kiri) didalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat 20 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / JAS Kamis, 7 November 2019 | 16:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Anthony Winza Probowo menilai penyelenggaraan kejuaraan Formula E di Jakarta layak dibatalkan. Pasalnya kondisi keuangan APBD sedang defisit dan di akar rumput masih ditemukan warga yang kesulitan mendapat air bersih.

Anthony menuturkan, di saat kondisi keuangan sedang defisit tidak sepantasnya pemerintah menyelenggarakan event internasional yang membutuhkan biaya besar. Terlebih banyak negara yang menolak menjadi penyelenggara lantaran mengalami kerugian.

"Banyak negara-negara lain yang sudah mencoba menjalankan Formula E merugi dan tidak mampu melanjutkan program ini untuk tahun-tahun berikutnya," kata Anthony, di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Pihaknya berpandangan, bakal lebih baik jika Gubernur Anies Baswedan memprioritaskan rehabilitasi sekolah, akses air bersih bahkan kemudahan bagi warga untuk berusaha daripada menyelenggarakan Formula E.

"Masih banyak rakyat yang belum dapat akses air bersih, masih banyak rakyat hidup susah tidak punya modal usaha, gedung sekolah di Jakarta masih banyak yang belum direhabilitasi, ini malah mendadak memasukkan kegiatan triliunan untuk dipakai event panggung harian," tuturnya.

Penyelenggaran kejuaraan Formula E di Jakarta pada 2020 memiliki misi lain yakni mempromosikan kendaraan listrik bagi masyarakat. Namun menurut Anthony kegiatan tersebut tidak mendesak untuk dilaksanakan karena tidak masuk dalam agenda pembangunan DKI.

Politisi PSI lainnya, Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengatakan, gubernur bisa melakukan opsi lain untuk mempromosikan bahkan membangun infrastruktur mobil listrik tanpa harus menggelontorkan biaya mencapai Rp 1,6 triliun yaitu, mengadakan banyak bus-bus listrik dan memperbanyak stasiun charger (pengisian daya listrik) di Ibu Kota.

"Kalau memang tujuannya untuk mendorong penggunaan mobil listrik, kita bisa kok dengan anggaran sebesar itu membangun infrastruktur menunjang mobil listrik. Misalnya, Pemprov bikin charger-charger mobil listrik di ribuan tempat, beli juga ratusan bus listrik, tapi kenapa Gubernur Anies Baswedan cuma bikin event panggung," ujar Anggara.

Pihaknya juga mengeluhkan belum adanya perencanaan dan pemaparan lengkap yang diberikan gubernur kepada warga maupun anggota dewan mengenai rencana penganggaran Formula E.

"Fraksi PSI meminta Formula E dibatalkan sampai ada paparan lengkap serta kajian mendalam dan meyakinkan dari Gubernur dan jajarannya," kata cucu mendiang Ali Sastroamidjojo itu.



Sumber: BeritaSatu.com