Gelar Sosialisasi, Wali Kota Jakarta Timur Optimistis Pajak BPHTB Tercapai

Gelar Sosialisasi, Wali Kota Jakarta Timur Optimistis Pajak BPHTB Tercapai
Wali Kota Jaktim Muhammad Anwar ( Foto: istimewa / Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / MPA Rabu, 6 November 2019 | 19:08 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Kotamadya Jakarta Timur menggelar sosialisasi pajak. Melalui kegiatan ini, Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar optimistis target pajak Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Muhammad Anwar membuka sekaligus memimpin kegiatan Sosialisasi Pergub No. 17 Tahun 2019 tentang penyetoran Pajak BPHTB di kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu (6/11/2019).

Sosialisasi diikuti oleh sekitar 200 peserta. Peserta berasal dari kalangan pengusaha apartemen, pengembang perumahan elit, notaris, ikatan pejabat pembuat akta tanah, lurah, camat, UPPRD 10 kecamatan dan BPN Jakarta Timur.

Anwar mengatakan sosialisasi dilakukan agar perolehan pajak BPHTB baik yang masih dalam bentuk perikatan maupun sudah berupa jual beli mutlak dapat terealisasi dengan baik.

Karena itu, pihaknya akan membantu pencapaian target perolehan pajak BPHTB Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Timur tahun 2019 ini. Dengan kerjasama dan kolaborasi dari semua pihak, ia optimistis target perolehan BPHTB ini tercapai.

“Kita optimis target perolehan BPHTB itu bisa tercapai. Namun kita juga ingin ada keterbukaan dan kolaborasi agar target itu tercapai. Karena saat ini masih banyak apartemen yang nakal. Mereka sewakan flat seperti hotel per harian tiapi tidak bayar pajaknya, Bahkan ada yang sudah transaksi jual beli tapi belum bayar BPHTB nya,” kata Muhammad Anwar dalam sosialisasi tersebut.

Untuk mewujudkannya, pihaknya akan melakukan penagihan pajak BPHTB secara paksa pada perusahaan yang enggan melaksanakan kewajibannya. Karena uang pajak ini digunakan untuk pembangunan di DKI Jakarta.

“Jadi tidak tertutup kemungkinan kita akan lakukan penagihan pajak secara paksa, kalau mereka tidak mau membayar pajak,” ujar Muhammad Anwar.

Sedangkan, Kasuban Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Timur Johari mengatakan, pada tahun 2019 ini pihaknya menargetkan perolehan BPHTB sebesar Rp 1,007 triliun. Namun pada 5 November ini baru tercapai Rp 412 miliar atau baru tercapai 41 persen.

Diharapkan dari sosialisasi ini dapat memberikan manfaat kepada pelaku usaha partemen dan wajib pajak yang selama ini belum cukup mengetahui dan memahami mengenai adanya penyetoran BPHTB atas perjanjian pendahuluan jual beli (PPJB).

“Kami mengimbau pada wajib pajak untuk aktif mengikuti kebijakan pajak daerah. Sehingga memahami aturan dan sanksinya,” kata Johari.

Ia berharap sosialisasi yang pertama kali digelar di DKI sejak terbitnya Pergub 117/2019 tentang penyetoran BPHTB, dapat memberikan manfaat dalam pencapaian target perolehan BPHTB di Jakarta Timur.

Masih dalam acara yang sama, Sekretaris Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta Pilar Hendrani menambahkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) bisa menjadi andalan dalam perolehan pajak BPHTB.

“Karena biasanya saat awal transaksi apartemen atau perumahan elit ada proses awalannya untuk kredit. Pengembang biasanya menarik uang PPJB terlebih dulu pada konsumennya,” jelas Pilar Hendrani.



Sumber: BeritaSatu.com