Komisi B DPRD Pangkas PMD Jakpro Rp 622 Miliar

Komisi B DPRD Pangkas PMD Jakpro Rp 622 Miliar
Direktur Utama Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto pada acara ground breaking Pusat Kesenian Jakarta, di Jakarta, Rabu (3/7/19). Revitalisasi dimaksudkan untuk meningkatkan dan memutakhirkan kawasan menjadi sentra kegiatan kesenian dan kebudayaan bertaraf internasional. (Foto: beritasatu / defrizal)
Lenny Tristia Tambun / MPA Kamis, 7 November 2019 | 18:37 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi B DPRD DKI memangkas usulan anggaran Penyertaan Modal Daerah (PMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebesar Rp 622 miliar. Sehingga total anggaran PMD yang disetujui menjadi Rp 4,6 triliun dari awalnya sebesar Rp 5,22 triliun.

Anggaran PMD yang dipangkas untuk membiayai dua proyek pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta. Yaitu, angaran untuk pembanunan sarana LRT Koridor 1 Fase 2A (Kelapa Gading-Jakarta International Stadium) sebesar Rp 362 miliar dan anggaran perubahan moving block LRT Koridor 1 Fase 1 (Kelapa Gading-Velodrome) senilai Rp 260 miliar.

Sedangkan lima proyek lainnya yang diajukan dalam proposal PMD Jakpro, disetujui oleh Komisi B DPRD DKI.

Keempat proyek tersebut, adalah pembangunan JIS sebesar Rp 2,18 triliun; revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) senilai Rp 600 miliar; LRT Prasarana (pengadaan kereta) Koridor 1 Fase 2A sebesar Rp 1,05 triliun dan Proyek Formula E Rp 767 miliar.

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Pandapotan Sinaga mengatakan pemangkasan nilai PMD PT Jakpro dilakukan karena efisiensi anggaran akibat defisit anggaran yang dialami Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

“Makanya dalam pembahasan kita tanya, mana yang prioritas dan sangat dibutuhkan ke BUMD DKI yang mengajukan PMD. Kata mereka untuk di APBD DKI belum sangat dibutuhkan. Tetapi mungkin akan diusulkan lagi di APBD Perubahan,” kata Pandapotan Sinaga, Kamis (7/11/2019).

Adanya pemangkasan anggaran untuk proyek LRT dalam PMD PT Jakpro, politisi Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan tidak akan menghambat pembangunan LRT Jakarta. Karena satu anggaran proyek LRT dalam PMD Jakpro senilai Rp 1,05 triliun tetap disetujui.

“Pembangunan LRT tetap dilanjutkan. Kan kita telah menyetujui anggaran pembangunan LRT Prasarana Koridor 1 Fase 2A. Karena itu kebutuhannya, enggak bisa didrop. Jadi kita memprioritaskan dan mengutamakan kegiatan-kegiatan yang tidak bisa ditunda-tunda lagi,” tegas Pandapotan Sinaga.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto dapat menerima pemangkasan tersebut. Hanya saja, ia meminta Komisi B dapat membantu pihaknya agar anggaran dua proyek tersebut dapat disetujui dalam APBD Perubahan DKI 2020 yang akan dibahas menjelang akhir tahun ini.

“Dikurangi Rp 622 miliar, enggak masalah. Karena sesuai arahan, kita ambil yang prioritas. Pengadaan kereta dan perubahan movin block bisa kita tunda sampai pertengahan tahun. Tapi tetap nanti dimasukkan di APBD Perubahan ya. Itu harus dilanjutkan. Kalau enggak, LRT di Velodrome enggak berjalan,” kata Dwi Wahyu Daryoto.



Sumber: BeritaSatu.com