Sekda DKI Kecewa Dituding Tak Serahkan Draft KUA-PPAS

Sekda DKI Kecewa Dituding Tak Serahkan Draft KUA-PPAS
Sekda DKI, Saefullah, menggelar konperensi pers mengenai pelaksanaan Lebaran Anak Yatim dan Berbagi Piring di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (13/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 7 November 2019 | 18:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah, mengaku kecewa terhadap tudingan DPRD DKI mengenai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak memberikan draft Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI 2020.

"Tadi sudah saya kupas habis bersama teman-teman soal anggaran ini. Semalam saya agak kecewa ada yang bilang statement, kita ini bikrokrat selalu kasih bahan pembahasan itu last minute terus ya. Siapa yang kasih last minute? Orang barang itu sudah kita kasih dari tanggal 5 Juli 2019," kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Baca Juga: Sekda DKI Akui Pembahasan KUA-PPAS Molor

Saefullah mengaku memiliki bukti tanda terima draft KUA-PPAS APBD DKI 2020 dalam bentuk hard copy dan soft copy telah diserahkan ke DPRD DKI. Tidak hanya itu, pada bulan Oktober, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengirimkan surat kepada DPRD DKI agar anggaran segera dibahas.

"Terus bulan Oktober kita kasih surat lagi kepada yang terhormat pimpinan dewan yang saya sangat hormati dan seluruh anggota dewan yang saya sangat cintai. Tolong ini anggaran saya dibahas. Kita sudah surati. Jadi kita sudah dua kali bersurat. Jadi last minute bagaimana? Mana yang last minute," tegas Saefullah.

Syaefullah menambahkan, Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) DKI sudah bekerja sesuai dengan aturan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang perencanaan anggaran tahun 2020.

"Kita sudah taati waktunya ya. Bahwa minggu kedua bulan Juli itu harus sudah masuk semua draft KUA-PPAS kesana. Kita lebih cepat satu minggu sudah kita kasih," ungkapnya.

Baca Juga: Anies Akan Beri Sanksi PNS Salah Input Anggaran

Terkait kritikan dari Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, yang mengatakan belum menerima draft KUA-PPAS DKI 2020, Saefullah mempertanyakan dokumen mana yang belum diterima. Ia sampai mengklarifikasi ke Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI, Yuliadi, terkait pengiriman dokumen draft KUA-PPAS APBD DKI 2020 ke pimpinan dewan.

"Dijawab di-WA-nya sama saya, sudah pak. Sudah saya berikan ke pimpinan dalam dalam bentuk softcopy dan hardcopy. Semuanya di ruang ketua. Semuanya ada satu boks disimpan. Sudah kita berikan. Anggota juga sudah kita kasih. Yang mana yang belum dikasih?" kata mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini.

Bila yang diminta dokumen anggaran saat paparan terkait terjadinya efisiensi anggaran dikarenakan defisit anggaran, Saefullah mengatakan, dokumen itu kertas kerjanya. Yang memuat dinamika fluktuatif turun naiknya ekonomi di Jakarta dalam kurun waktu enam bulan dan prediksi pertumbuhan ekonomi cenderung naik di tahun 2020.

"Bahwa ini kertas kerja kita seperti ini, silakan dibahas di komisi, di Banggar Besar. Tapi yang kita kirim secara resmi dokumen kita ya hanya satu. Enggak ada dokumen lainnya," terang Saefullah



Sumber: BeritaSatu.com