Jadi Salah Satu Cawagub Gerindra, Saefullah: Saya Belum Tahu

Jadi Salah Satu Cawagub Gerindra, Saefullah: Saya Belum Tahu
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah yang diusulkan menjadi salah satu cawagub oleh Gerindra. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / JAS Jumat, 8 November 2019 | 17:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Masuk sebagai salah satu calon wakil gubernur (cawagub) yang diusulkan DPD DKI Partai Gerindra, Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah mengatakan belum mengetahui kabar tersebut.

“Saya malah belum diberitahu nih oleh beliau (M Taufik, Ketua Gerindra DKI). Jadi saya belum tahu ada maksud apa (jadi cawagub). Jadi betul-betul belum tahu,” kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Ia mengungkapkan tidak tahu menahu mengenai dunia perpolitikan. Yang dia tahu hanya, berdasarkan amanah undang-undang, sudah menjadi hak partai pengusung gubernur dan wakil gubernur yang menang Pilkada DKI 2017 mengajukan cawagub.

“Ya dalam hal ini Gerindra dan PKS. Ya saya mau merapat seperti apa? Orang saya bukan orang politik. Saya kerja saja di sini,” ujar Saefullah.

Dinilai mumpuni dan berpengalaman di birokrasi Pemprov DKI oleh Gerindra, ia mengapresiasi hal itu. Tetapi ia belum bisa menentukan sikap. Karena memang belum diberitahukan secara formal maupun informal mengenai pencalonannya oleh Gerindra. Apalagi, dalam empat cawagub tersebut, ia berada di posisi keempat atau terakhir.

“Ya kan proses (pencalonan) kan belum selesai. Itu kan baru pihak Gerindra (mengusulkan). Kan maksimal dua calon, tapi sekarang diusulkan empat lagi. Saya nomor berapa? Nomor 4 ya. Berarti masih ada nomor satu, nomor dua begitu lho. Masih ada nomor tiga. Mungkin itu yang prioritas,” terang Saefullah.

Kalau pun nanti benar dia diusulkan menjadi cawagub dan Gerindra resmi meminang dirinya sebagai salah satu calon, mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini tidak mau berandai-andai. Karena sampai saat ini, Gerindra belum berbicara langsung mengenai pencalonan dirinya.

“Kan belum ditanya. Tunggu ditanya dulu oleh yang berhak dalam hal ini Gerindra dan PKS. Belum pernah diomongin secara informal juga. Kemarin ketemu bicara soal KUA-PPAS. Jadi belum ngobrol sampi situ. Saya bertemu dengan Pak Taufik kira-kira 10 hari lalu,” terangnya.

Ketika ditanya kalau mendapatkan surat resmi dari Gerindra soal pencalonannya, apakah ia akan minta restu dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Saefullah tidak mau berkomentar lebih lanjut. “Belum bicara sama Pak Anies. Mau bicara apa. Soalnya saya belum diajak bicara,” tuturnya.

Ia juga tidak mau berkomentar ketika ditanya apakah senang masuk dalam bursa cawagub Gerindra. Dia hanya meminta wartawan untuk mengartikan senyumannya saat ini. “Dari senyumnya saja diliihat. Senang apa enggak,” candanya.

Kendati demikian, Saefullah menegaskan dicalonkan atau tidak menjadi cawagub, dia tetap menjalani kehidupannya sebagai aparatur sipil negara (ASN) DKI dengan sebaik-baiknya. Karena jabatannya sekarang merupakan amanah baik dari Gubernur DKI maupun warga Jakarta.

“Saya ini, saya jalani saya hidup ini. Jadi apa saja enggak masalah. Saya ini sudah pada posisi harus istikamah. Jalankan semua perintah, semua amanah. Dari Gubernur kan juga amanah, dari rakyat pada akhirnya. Saya bekerja sekuat tenaga dengan pikiran yang lurus, tidak ada intrik-intrik kepentingan pribadi. Sudah itu saja,” papar Saefullah.