Setelah Dilaporkan Fahira, Ade Armando Kerap Diserang di Medsos

Setelah Dilaporkan Fahira, Ade Armando Kerap Diserang di Medsos
Ade Armando ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / BW Jumat, 8 November 2019 | 22:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Akademisi Ade Armando mengaku kerap mendapatkan serangan dan ancaman di media sosial, setelah dirinya dilaporkan Fahira Idris terkait unggahan gambar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mirip badut atau Joker.

Bahkan, belakangan muncul petisi agar dia diberhentikan menjadi pengajar di Universitas Indonesia.

"Ada serangan terhadap saya setiap hari di medsos saya, itu yang memaki-maki sampai mengancam, itu puluhan lah paling tidak. Kemudian sekarang ada petisi agar saya dipecat dari UI, itu juga ada puluhan ribu yang menandatangani," ujar Ade, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/11/2019).

Ade menilai, ada sebuah gerakan terencana untuk membungkam dirinya karena mengkritisi soal anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Jadi saya rasa ini ada sebuah gerakan terencana untuk menghabisi saya. Namun, bukan cuma saya, karena saya dengar juga kawan-kawan PSI di DPRD juga mengalami tekanan serupa, bahkan dilaporkan ke badan kehormatan. Jadi sebetulnya menurut saya ini bagian dari upaya membungkam kami yang berusaha melawan pemborosan, kebocoran atau dugaan korupsi di DKI," ungkapnya.

Menyoal apakah akan melaporkan orang-orang yang mengancam, Ade mengatakan, tidak perlu.

"Itu cuma orang-orang yang disuruh mengancam saya. Kasihan lah, mereka paling dibayar berapa, buzzer. Itu orang kecil biarkan saja," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan