Pemkot Bekasi dan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Buat 624 Lubang Biopori

Pemkot Bekasi dan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Buat 624 Lubang Biopori
Jajaran SKPD Kota Bekasi dan Direksi PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi membuat 624 lubang biopori di taman kantor Wali Kota Bekasi, Senin, 11 November 2019. (Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman)
Mikael Niman / CAH Senin, 11 November 2019 | 17:42 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi membuat ratusan lubang biopori di area Kantor Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (11/11/2019). Sebanyak 624 lubang biopori dibuat untuk mempertahankan cadangan air tanah di saat musim hujan sekaligus membuat pupuk kompos di lubang biopori tersebut.

"Saat ini, kami buat 624 titik lubang biopori, nanti akan menyebar ke kecamatan-kecamatan serta kelurahan-kelurahan se-Kota Bekasi, untuk pembutan lubng biopori ini," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana, Senin (11/11/2019).

Yayan mengatakan, pembuatan lubang biopori ini dilatari masuknya musim penghujan agar dapat berfungsi sebagai sumur resapan menampung air hujan serta berfungsi sebagai tempat pembuatan pupuk kompok alami. "Target kami agar masyarakat ikut berpartisipasi membuat lubang biopori di halaman rumah masing-masing, minimal setiap rumah memiliki 3-5 lubang biopori," ungkapnya.

Dengan begitu diharapkan, akan ada ribuan lubang biopori di Kota Bekasi untuk menyambut musim hujan tahun ini. Masyarakat dapat meminjam mesin pengebor lubang biopori atau tongkat bor (manual) pembuat lubang biopori ke kelurahan setempat. "Kita hanya meminjamkan alat tersebut, tidak ada pengadaan alat buat masyarakat,"katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim menambahkan, pihaknya akan menginstruksi jajarannya untuk membuat lubang biopori di kantor cabang (Kacab) PDAM yang daerahnya rawan banjir. "Beberapa daerah rawan banjir seperti Babelan, Cabangbungin dan Tarumajaya, kita akan coba buat lubang biopori," ujar Usep Rahman Salim.

Dia mengatakan, dengan lubang biopori ini air hujan tidak terbawa arus dan masuk ke saluran air tetapi langsung meresap ka dalam tanah yang memiliki biopori.



Sumber: Suara Pembaruan