PSI: Perencanaan Anggaran Era BTP Jauh Lebih Baik

PSI: Perencanaan Anggaran Era BTP Jauh Lebih Baik
Ilustrasi anggaran ( Foto: Istimewa )
Bhakti Hariani / YUD Rabu, 13 November 2019 | 15:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta August Hamonangan menilai mekanisme RAPBD dan e-budgeting di era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) jauh lebih baik dibanding Anies Baswedan.

August mengatakan, rintisan penganggaran yang transparan telah dibuat sejak zaman Gubernur DKI Jakarta dijabat oleh Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Kemudian dilanjutkan oleh Basuki ketika menjadi gubernur dan selanjutnya oleh Djarot Syaiful Hidayat yang juga pernah menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

August menilai mekanisme penganggaran harus melihat dan mengutamakan kebutuhan rakyat. Misalnya untuk bidang pendidikan di mana masih terdapat sekolah-sekolah yang butuh untuk diperbaiki dan direnovasi agar semangat anak-anak dalam menuntut ilmu tidak padam karena gedung sekolah yang tidak memenuhi kelayakan.

"Masih ada beberapa sekolah yang seperti itu. Harusnya ini diutamakan. Sama pentingnya juga dengan mengangkat para guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara karena mereka telah lama mengabdi untuk negara," kata August kepada SP, Rabu (13/11/2019).

Lebih lanjut dikatakan August bahwa e-budgeting juga bukan tanpa kelemahan. Sebagai sebuah sistem maka sangat jelas bahwa e-budgeting juga bisa memiliki kekurangan. Namun hal itu bisa diminalisir dengan menempatkan aparatur sipil negara yang berdedikasi baik serta anti suap yang ditugaskan untuk mengawal e-budgeting. Para aparatur sipil negara ini juga harus kebal terhadap godaan suap dan segala macamnya.

"Harus punya mental antikorupsi dan anti titipan-titipan. Jadi kembali ke orang-orangnya jangan sampai memilih sumber daya manusia yang lemah untuk menjalankan sistem ini," ujar August.



Sumber: Suara Pembaruan