DKI Larang Skuter Listrik di Kawasan CFD, Trotoar, dan Jalan Raya

DKI Larang Skuter Listrik di Kawasan CFD, Trotoar, dan Jalan Raya
Syafrin Liputo ( Foto: Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / MPA Rabu, 13 November 2019 | 18:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo menegaskan penggunaan skuter listrik tidak boleh didalam kawasan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), trotoar dan jalan raya.

“Iya tidak boleh. Karena kan Car Free Day. Hari bebas kendaraan bermotor. Skuter listrik kan kendaraan bermotor. Karena skuter listrik menggunakan mesin,” kata Syafrin Liputo saat dihubungi, Rabu (13/11/2019).

Selain itu, berdasarkan aturan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 12 tahun 2016 tentang HBKB, yang boleh melintas di kawasan CFD atau HBKB hanya tiga. Yaitu, pejalan kaki, sepeda dan atraksi seni budaya. “Skuter itu kan ada mesinnya. Jadi enggak boleh,” ujar Syafrin Liputo.

Selain tidak boleh melintas di kawasan HBKB, Syafrin Liputo menegaskan skuter listrik juga tidak boleh melintas trotoar dan jalan raya. Skuter listrik hanya boleh melintas di jalur sepeda atau di kawasan yang diperbolehkan oleh pengelolanya.

“Iya mereka bisa masuk jalur sepeda. Atau di kawasan yang diperbolehkan oleh pengelola. Contohnya, Gelora Bung Karno (GBK). Kalau pengelola GBK memperbolehkan skuter listrik di kawasannya, silakan. Tapi begitu dia masuk jalan raya dan memanfaatkan fasilitas jalan, wajib melintas jalur sepeda. Tidak boleh di trotoar. Kalau di JPO, tidak boleh dikendarai. Harus dituntun,” jelas Syafrin Liputo.

Agar skuter listrik tidak melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO), jalan raya, trotoar maupun HBKB, maka Dishub DKI sudah mengerahkan petugasnya bekerja sama dengan personel Satpol PP DKI untuk berjaga-jaga.

Seperti diketahuui, penggunaan otoped di jalan raya dan JPO sedang marak terjadi di wilayah DKI Jakarta. Hal ini terjadi sejak salah satu perusahaan transportasi berbasis aplikasi menyediakan layanan sewa skuter listrik. Warga yang ingin menggunakan skuter listrik tersebut hanya membayar Rp 5.000 untuk 30 menit.



Sumber: Suara Pembaruan