Bandar Sabu Tewas Ditembak Polisi

Bandar Sabu Tewas Ditembak Polisi
Barang bukti narkotika sabu seberat 10 kilogram dengan modus menjadikan kamar indekos sebagai tempat penyimpanan sabu di Mapolres, Selasa, 6 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Bayu Marhaenjati / BW Rabu, 13 November 2019 | 22:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seorang bandar narkotika jenis sabu-sabu berinisial SA, tewas ditembak polisi karena melakukan perlawanan. Dia juga hendak melarikan diri ketika dibawa untuk pengembangan kasus di kawasan Bekasi, Selasa (12/11/2019) kemarin. Polisi menyita 112 gram sabu-sabu dari tangan tersangka.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat bahwa kerap terjadi transaksi narkotika. Transaksi dilakukan di Perumahan Palm Residence Blok AA, RT 001 RW 011 Harapan Mulia, Medan Satria, Kota Bekasi. Kemudian, Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membentuk tim dan melakukan penyelidikan.

"Berbekal informasi dan data-data, kemudian penyidik mengetahui bahwa tersangka yang kita cari itu sedang melakukan kegiatan olahraga. Kami tunggu, kemudian tersangka yang menjadi target pulang ke rumahnya. Setelah masuk ke rumah, kemudian tim melakukan penangkapan di sana," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/11/2019).

Dikatakan Argo, penyidik kemudian mengajak pihak RT dan RW melakukan penggeledahan di rumah tersangka SA.

"Saat dilakukan penggeledahan, kita menemukan beberapa barang bukti ya, ada sabunya ini 112 gram. Kemudian juga ada timbangan, ada klip-klip plastik, banyak sekali, yang besar maupun yang kecil ada, handphone, dan ada amplop," ungkapnya.

Argo menyampaikan, setelah mendapatkan barang bukti, penyidik menanyakan kepada tersangka dari mana asal sabu-sabu itu.

"Menurut pengakuan tersangka SA, ini didapat dari orang yang berinisial P. Jadi P ini masih DPO (daftar pencarian orang)," katanya.

Menurut Argo, tersangka SA sempat tidak koperatif ketika diminta menunjukan di mana keberadaan buronan P. Awalnya dia mengatakan P berada di Pulogadung, namun ketika penyidik membawanya ke sana tidak ada. Kemudian, SA mengatakan tersangka P ada di dekat rumahnya di Bekasi. Lagi-lagi, pada saat penyidik ke sana ternyata tersangka P tidak ada.

"Ternyata tersangka ini dia mengulur-ulur waktu dengan memutar-mutar lokasi, dia ingin melihat kelengahan dari pada petugas. Tersangka ini berusaha untuk merebut senjata dari anggota, sehingga kita lakukan tindakan tegas dan terukur. Kemudian kami lakukan pertolongan, kami bawa ke RS Kramat Jati, namun menurut dokter kehabisan darah dan dinyatakan meninggal dunia," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan