DKI Siap Hadapi Musim Hujan Berpotensi Banjir

DKI Siap Hadapi Musim Hujan Berpotensi Banjir
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memimpin Apel Pelaksanaa Penertiban Air Tanah dan Sumur Resapan di JIEP, Jakarta Timur, Senin 9 Juli 2018. ( Foto: Beritasatu Photo/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / MPA Kamis, 14 November 2019 | 16:41 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Diperkirakan hujan berpotensi banjir di Jakarta akan mulai terjadi pada dasarian kedua di bulan Desember 2019. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah melakukan kegiatan untuk menghadapi potensi genangan dan banjir yang akan terjadi pada musim hujan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini mengatakan sejak bulan Juli 2019, pihaknya telah melakukan berbagai upaya preventif, seperti membuat sumur resapan, rainwater harvesting, onsite detention, pengerukan di 17 sungai serta 5 waduk yang berada di Jakarta dan sekitarnya.

Kelima waduk tersebut antara lain, Waduk Pluit, Waduk Melati, Waduk Teluk Gong, Waduk BPP Poncol, dan Embung Cendrawasih.

“Pengerukan ini dilakukan untuk menambah debit atau kapasitas waduk sungai, situ, dan saluran yang ada di Jakarta. Kita harapkan, ketika terjadi musim penghujan, kapasitas waduk, situ, rawa dan saluran sudah bisa ditingkatkan menampung air hujan,” kata Juaini di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Tak hanya itu, Juaini mengungapkan, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta telah membangun 987 titik sumur resapan di 5 wilayah di Jakarta dengan target 1.000 titik sumur resapan pada tahun 2019.

“Target kita tahun ini ada 1.000 sumur resapan di Desember 2019. Kita baru melakukan 800 sumur resapan. Sampai sekarang kita masih terus melakukan pembangunan sumur resapan di lokasi yang kita anggap terjadi rawan genangan air,” ujar Juaini.

Penanganan banjir lainnya yang dilakukan adalah melanjutkan keberlanjutan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development Kali Kamal sepanjang 2,2 km, naturalisasi revitalisasi sungai, serta pembangunan waduk di 10 lokasi.

Pembangunan waduk dilakukan antara lain Waduk Cilangkap Giri Kencana, Waduk Cimanggis, Waduk Kp. Rambutan 1 dan 2, Waduk Pondok Rangon, Waduk Pekayon, Situ Rawa Minyak, Embung Lapangan Merah, Embung Semper Barat Cilincing, Embung Cakung Timur, dan Pembangunan Kali sepanjang 8.274 meter.

Untuk menangani genangan maupun banjir pada musim hujan, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan pompa mobile sejumlah 133 unit dengan kapasitas 28,512 meter kubik per detik, dan pompa stationer sejumlah 457 unit di 165 lokasi dengan kapasitas 489,01 meter persegi per detik, serta pompa air 231 unit di pintu-pintu air.

Tak lupa juga sudah menyiagakan alat berat seperti excavator amphibi untuk pengerukan waduk, combi jetting yang digunakan untuk penyedotan lumpur saluran drainase dan AWLR (Automatic Water Level Recorder) di 21 lokasi.

Serta CCTV Online sejumlah 103 unit. Selain itu, sebanyak 7.889 personil pun dikerahkan, dengan dilengkapi alat berat 260 unit dan dump truck 461 unit.

“Semuanya sudah kita siapkan jauh-jauh hari. Pompa-pompa air sudah kita lakukan pemeriksaan, agar dapat berfungsi saat genangan dan banjir terjadi. Juga ribuan petugas sudah kita sebar di selurh wilayah. Mereka bertugas ada yang menjaga pompa air, membersihkan saluran dan waduk-waduk yang menjadi kewenangan kita. Mereka juga siaga di lokasi yang rawan genangan,” terang Juani.

“Jadi untuk menghadapi musim penghujan ini, kami sangat siap,” tegas Juaini.



Sumber: Suara Pembaruan