Wilayah Jaksel dan Jaktim Rawan Longsor Saat Musim Hujan

Wilayah Jaksel dan Jaktim Rawan Longsor Saat Musim Hujan
Ilustrasi longsor ( Foto: ANTARA FOTO )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 14 November 2019 | 19:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI menyatakan, wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi rawan longsor atau pergeseran tanah selama musim hujan.

Baca Juga: Dinas SDA DKI Klaim Lokasi Genangan Berkurang 50%

Meski pergeseran tanahnya masih dalam skala menengah, BPBD DKI tetap meminta warga yang tinggal di dua wilayah ini waspada selama musim hujan yang akan terjadi pada dasarian kedua Desember 2019.

Kepala Pelaksana BPBD DKI, Subedjo, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan ada beberapa daerah rawan Longsor. Sehingga, mereka akan mengantisipasi lokasi-lokasi yang disebut rawan.

"PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) merilis data bahwa Jakarta ada beberapa wilayah berpotensi terjadi pergeseran tanah,” kata Subedjo di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: DKI Siap Hadapi Musim Hujan Berpotensi Banjir

Penyebab tanah longsor atau pergeseran tanah ini, menurut Subedjo diantaranya curah hujan yang tinggi. Sehingga mengakibatkan kontur tanah mencari keseimbangan, sehingga menciptakan pergeseran tanah. Air hujan yang cukup tinggi bisa mengakibatkan tanah menjadi longsor.

"Tanah itu ketika ada rongga dia akan turun, dan itu menjadi pergerakan juga karena dia akan mencari keseimbangan baru. Soal besaran pergeseran tanah, itu relatif dan teknisnya ada pada lembaga terkait (PVMBG),” papar Subedjo.

Subedjo mengungkaplkan, ada 10 lokasi rawan longsor. Lokasi ini berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Dengan rincian, ada sebanyak delapan lokasi di Jakarta Selatan. Yaitu, Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan. Sedangkan di Jakarta Timur ada dua lokasi. Yakni, Kramat Jati dan Pasar Rebo.

Baca Juga: Hibah Dikurangi, Tanggung Sendiri Kalau Jakarta Banjir

"Paling banyak Jakarta Selatan terutama di daerah yang kontur tanahnya tinggi dan berdekatan dengan kali, karena kalau arusnya kencang postur tanah bisa rontok (terkikis),” terang Subedjo.

Untuk meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat di dua wilayah ini, BPBD DKI telah mensosialisasikan informasi tersebut kepada warga. Juga, melakukan penguatan struktur tanah sehingga tidak terjadi longsor.

"Antisipasi, ingatkan masyarakat yang tinggal di daerah ini agar waspada, sambil Pemprov antisipasi lewat mitigasi struktural itu mungkin daerah bantaran kali diperkuat dengan tanam pohon segala macam," ungkap Subedjo.

Jika terjadi longsor, lanjut Subedjo, masyarakat bisa mengungsi ke beberapa gedung-gedung terdekat yang aman. BPBD DKI pun akan menyiapkan tenda pengungsian jika diperlukan.

"Bisa sekolah, mesjid, musala, lapangan. Semua destinasi yang bisa dijadikan shelter kita buat, kalo gak ada bangunan kita dirikan tenda," kata Subedjo.



Sumber: BeritaSatu.com