PSI: Pernyataan Dinas Pendidikan Mengkonfirmasi Pengurangan Anggaran Rehabilitasi Sekolah

PSI: Pernyataan Dinas Pendidikan Mengkonfirmasi Pengurangan Anggaran Rehabilitasi Sekolah
Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / AO Kamis, 14 November 2019 | 20:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menanggapi polemik berkurangnya anggaran rehabilitasi gedung sekolah pada rancangan anggaran 2020, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyatakan tidak ada pemangkasan sebagaimana disebutkan dalam situs
http://ppid.jakarta.go.id/view-pers/929-SP-HMS-11-2019.

Namun, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai pernyataan Dinas Pendidikan tersebut justru mengkonfirmasi data yang telah disampaikan oleh PSI sebelumnya.

“Dinas Pendidikan justru menyatakan bahwa betul anggaran rehabilitasi gedung sekolah dipotong sebesar Rp 455,4 miliar. Data tersebut sama persis dengan yang kami sampaikan sebelumnya,” kata Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad, kepada Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (14/10/2019).

Dalam rilis tersebut, Dinas Pendidikan beralasan awalnya mengusulkan 105 lokasi, tetapi ternyata hanya 86 yang mendapatkan rekomendasi untuk direhabilitasi. Namun, data Dinas Pendidikan ini berbeda dari data KUA PPAS yang diberikan ke DPRD di mana tertera target rehabilitasi sekolah untuk 2020 adalah sebanyak 191 lokasi.

“Di dokumen rancangan KUA PPAS Buku Lampiran III, eksekutif mengajukan 191 lokasi senilai Rp 2,57 triliun, bukan 105 lokasi. Kami meminta data dari Dinas Pendidikan diperbaiki agar tidak mengeluarkan data yang berbeda-beda setiap rapat dan setiap dokumen,” kata Idris.

Terkait dengan kajian Dinas Cipta Karya yang diklaim baru saja keluar dan dijadikan dasar untuk merevisi usulan anggaran rehabilitasi, Idris justru mempertanyakan mengapa kajian baru dilakukan setelah input anggaran. "Seharusnya kajian rehabilitasi gedung sekolah dilakukan sebelum anggaran dimasukkan. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan perencanaan anggaran yang akurat," kata Idris.

Idris mengungkapkan keprihatinannya dengan kualitas sarana dan prasarana sekolah di Jakarta. PSI menyayangkan saat ada pemangkasan APBD karena defisit, banyak kegiatan rehabilitasi gedung sekolah dipotong senilai ratusan miliar. Faktanya, menurut data Dinas Pendidikan pada 2016, ada 823 gedung yang perlu diperbaiki. Hal ini dikutip dari situs beritajakarta.id tertanggal 28 Maret 2016.

“Artinya, masih ada ratusan gedung lain yang butuh rehabilitasi. Jika memang ada beberapa lokasi yang baru-baru ini dikoreksi, Dinas Pendidikan bisa mengusulkan lokasi lainnya untuk dilakukan rehabilitasi pada 2020, bukan malah mengurangi anggaran rehab,” ujar Idris.

Hingga kini, eksekutif masih belum merevisi secara menyeluruh proyeksi belanja DKI Jakarta untuk 2020 yang diproyeksikan mengalami defisit. PSI khawatir akan banyak lagi pemangkasan anggaran di kegiatan-kegiatan yang seharusnya diprioritaskan.

"PSI menyayangkan di tengah defisit tersebut justru program yang kajiannya masih belum jelas dan diragukan dapat memberikan dampak nyata dan positif, seperti Formula E, malah diprioritaskan," kata Idris.



Sumber: Suara Pembaruan