DKI Akan Gelar Banyak Festival Lima Tahun ke Depan

DKI Akan Gelar Banyak Festival Lima Tahun ke Depan
Sekda DKI Jakarta, Saefullah, di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (15/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / CAH Selasa, 19 November 2019 | 08:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menggelar banyak festival di lima tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ini untuk memberikan hiburan gratis bagi warga Jakarta sekaligus menggerakkan roda perekonomian dan menambah daya tarik Jakarta bagi wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman)

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan dengan banyaknya menggelar festival di Jakarta sepanjang tahun, bukan hanya memberikan promosi wisata bagi wisman dan wisnus sehingga angka kunjungan mereka ke Ibu Kota semakin meningkat.

Selain itu juga untuk memberikan hiburan bagi masyarakat. Terutama warga Jakarta yang tinggal di pemukiman padat penduduk dan masuk dalam golongan ekonomi menengah ke bawah. Mereka dapat menikmati hiburan gratis dengan skala internasional.

“Kalau banyak festival kan, ada masyarakat yang datang. Mungkin mereka yang tinggal di pemukiman padat penduduk. Kemudian jalan ke tempat yang ada hiburannya. Mereka datang, jadi terhibur,” kata Saefullah, Selasa (19/11/2019).

Tidak hanya itu, dalam setiap penyelenggaraan festival, lanjut Saefullah dipastikan ada pergerakan roda perekonomian. Karena pasti ada transaksi jual beli dari para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjajakan dagangannya dalam festival tersebut.

“Disitu kan ada transaksi, terjadi perputaran ekonomi. Pedagang UMKM kita kondisikan disitu. Kita tata rapi, berkoordinasi dengan penyelenggara. Disitu juga kita berharap ada perputaran ekonomi yang positif,” ujar Saefullah

Menurutnya, tahun ini lebih banyak digelar festival dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lihat saja, anggaran untuk festival dalam APBD DKI 2018 dialokasikan sebesar Rp 15,52 miliar untuk 10 kegiatan festival. Jumlah ini sekitar 8 persen dari total anggaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI yang mencapai Rp 194 miliar.

Maka dalam APBD DKI 2019, terjadi peningkatan anggaran untuk festival dan pagelaran seni budaya. Pada tahun ini, ada 20 festival dan pagelaran seni budaya yang digelar Disparbud DKI. Dengan anggaran sebesar Rp 50,50 miliar atau sebesar Rp 13,5 persen dari total anggaran Disparbud DKI sebesar Rp 374,64 miliar.

Untuk tahun 2020, Saefullah menegaskan Pemprov DKI juga akan menggelar lebih banyak lagi festival dan pagelaran seni budaya di Jakarta. Hanya saja, Saefullah belum mau membocorkannya. Dengan alasan, ingin fokus menyelesaikan penyelenggaraan festival di tahun ini. “Ya, nanti kita cek dulu. Ini kita tuntaskan dulu yang di tahun 2019,” tukas Saefullah.

Ditempat terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Alberto Ali mengatakan, tahun depan akan ada perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Disparbud DKI Jakarta akan diganti menjadi dua OPD yakni, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Dinas Kebudayaan.

Dari hasil pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI 2020, anggaran yang telah disepakati untuk Disparbud sebesar Rp 618,84 miliar.

Anggaran ini akan dibagi menjadi dua. Pertama untuk Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan dialokasikan sebesar Rp 339,57 miliar, dan kedua untuk Dinas Kebudayaan Rp 279,27 miliar.

Dari jumlah anggaran di dua dinas tersebut, ada sekitar Rp 50 miliar dialokasikan untuk penyelenggaraan festival dan pagelaran kesenian serta pameran wisata. Atau sekitar 8 persen dari total anggaran yang diajukan.

Diakuinya, Disparbud DKI telah menggelar puluhan festival sepanjang 2019. Di antaranya Festival Cap Go Meh, Jakarta Muharram Festival, Festival Pecinan, Festival Kota Tua, dan Festival Pesona Lokal dan Jakarta International Performing Arts (JakIPA).

“Tidak semuanya festival yang kita gelar itu seluruhnya menggunakan APBD. Kita juga melakukan kolaborasi dengan swasta. Sehingga dapat menengak anggaran penyelenggaraan festival. Jadi tidak semata-mata menggunakan APBD,” ujar Alberto Ali.

Puluhan festival dan kegiatan promosi demi meraih target kunjungan wisata. Pemporv DKI Jakarta memasang target kunjungan wisatawan mancanegara hingga 2,94 juta sampai akhir tahun ini. Ia menjelaskan alasan menggelar lebih banyak festival di akhir tahun, yakni, pada akhir tahun merupakan musim liburan di dalam dan luar negeri.



Sumber: BeritaSatu.com