Warga Agung Perkasa 8 Tidak Mau Pindah ke Rusunawa

Warga Agung Perkasa 8 Tidak Mau Pindah ke Rusunawa
Kondisi terkini sisa puing bangunan warga di Jalan Sunter Perkasa VIII, perbatasan Kelurahan Sunter Agung dan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara yang ditertibkan oleh Pemkot Jakarta Utara pada Selasa (19/11/2019) siang. ( Foto: Beritasatu Photo )
Carlos Roy Fajarta / JAS Selasa, 19 November 2019 | 14:52 WIB

Jakarta, Beritaatu.com - Puluhan warga Jalan Sunter Perkasa VIII, perbatasan Kelurahan Sunter Agung dan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara yang digusur rumahnya oleh Pemkot Jakarta Utara tidak mau dipindahkan ke Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa).

Hal tersebut disampaikan warga saat awak media mewawancarai mereka langsung di lokasi pengungsian sementara mereka yang berada di pinggir jalan tak jauh dari puing-puing bangunan yang mereka tinggali selama ini pada Selasa (19/11/2019).

Nurul Huda (48) salah satu warga menyebutkan dirinya tidak mau pindah ke Rusunawa karena sudah sejak 1986 tinggal di lokasi tersebut untuk mencari nafkah.

"Kami di sini buka warteg untuk menyambung hidup pak, namanya juga usaha pak. Sekarang rumah kami tinggal puing kami bingung harus tinggal di mana," ujar Nurul kepada awak media.

Ia menyebutkan dirinya saat ini masih harus menghidupi istri dan dua orang anaknya dengan memulung puing-puing sisa bangunan yang masih bisa dijual kembali untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kami tidak mau pindah ke rusun. Di sana jauh dari tempat kami mencari nafkah sehari-hari dan usaha. Saya ingin tetep di sini," tambah Nurul.

Sementara itu, Subaidah (40) warga lainnya menyebutkan ada 10 anggota keluarga nya yang masih bertahan di pelataran jalan Agung Perkasa VIII.

"Kami ingin ditata pak bukan digusur dan direlokasi. Kalau Pak Anies (Gubernur DKI Anies Waswedan) masih punya hati dan perasaan terhadap nasib masyarakat tidak mampu seperti kami. Untuk sementara kami gelar tikar di tengah sini," kata Subaidah.

Diungkapkannya banyak dari sisa rumah mereka yang dihancurkan oleh alat berat seperti kayu dan besi sehingga sulit untuk dijual atau digunakan kembali.

"Kami tidak mau pindah ke mana-mana. Kami hanya ingin di tempat ini karena sangat dekat dan mudah aksesnya ke mana-mana. Kalau pindah nanti duit keluar lagi padahal kita enggak ada pemasukan. Rusunawa yang ditawarkan juga jauh dari sekolah anak saya di SMK Pademangan," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Tanjung Priok, Syamsul Huda menyebutkan pihaknya sudah berupaya mengajak para pemuda di lokasi Jalan Agung Perkasa VIII tersebut untuk mengikuti pelatihan wirausaha.

"Tapi mereka tetap saja tidak mau direlokasi ke rusun yang kita tawarkan. Alasannya mereka ingin punya tempat usaha, padahal kita sudah siapkan 165 unit rusunawa untuk 50 bangunan yang berdiri di Jalan Agung Perkasa VIII," kata Syamsul Huda.



Sumber: Suara Pembaruan