Mulai Hari Ini, Pelanggar Jalur Sepeda Ditilang

Mulai Hari Ini, Pelanggar Jalur Sepeda Ditilang
Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri dan Dishub Jakarta Timur menilang oknum pengendara motor saat melintas di jalur sepeda Jalan Matraman Raya, Rabu 20 November 2019. (Foto: Dishub DKI)
Gardi Gazarin / RSAT Senin, 25 November 2019 | 11:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polri mulai memberlakukan penindakan dengan sanksi tilang kepada kendaraan bermotor yang melintas di atas jalur sepeda. Kebijakan itu mulai diberlakukan hari ini, Senin (25/11/2019).

Polda Metro Jaya melarang pengendara sepeda motor masuk jalur sepeda untuk memberikan kenyamanan kepada warga yang melakukan aktivitasnya dengan bersepeda. Sejumlah lokasi dijaga polisi sejak pagi untuk menertibkan pengendara sepeda motor, dan menindak pengendara yang melanggar ketentuan tersebut.

"Pada hari Senin, 25 November 2019 ini, Ditlantas PMJ akan melakukan penilangan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada SP, Senin (25/11/2019).

Jubir Polda Metro itu menegaskan jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya pasti tidak akan menolerir seluruh pengendara sepeda motor yang nekat melintas di jalur sepeda. Meski begitu masih banyak pengendara sepeda motor yang tetap saja nekat masuk ke jalur terlarang sehingga harus berurusan dengan polisi.

Polisi menerapkan Pasal 284 tentang hak utama pejalan kaki, dan Pasal 287 ayat (1) tentang melanggar Rambu atau Marka dalam UU no 22 tahun 2009. Sepeda motor masuk jalur sepeda dikenakan tilang dengan denda Rp 500 ribu.

Sebelum memberlakukan tindakan tilang, sebelumnya pihak kepolisian sudah melakukan tahapan uji coba dan sosialisasi kepada masyarakat. Selama uji coba dan sosialisasi, Ditlantas Polda Metro Jaya sendiri telah melakukan tindakan preemtif, dan preventif.

Selama masa sosialisasi aturan ini, pengendara kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran menerobos jalur sepeda hanya dilakukan teguran. Tindakan represif non yustisi (teguran) sudah dimulai dan berakhir pada Minggu, l 24 November 2019.



Sumber: Suara Pembaruan