Serikat Pekerja JICT Minta Polres Pelabuhan Tangguhkan Penahanan Rio

Serikat Pekerja JICT Minta Polres Pelabuhan Tangguhkan Penahanan Rio
Sejumlah pekerja dari Serikat Pekerja JICT meminta agar Rio Wijaya salah satu rekan mereka agar ditangguhkan penahanan nya di depan markas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (25/11/2019) siang. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / JAS Senin, 25 November 2019 | 17:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) meminta agar pihak Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangguhkan penahanan pekerja JICT berinisial RW yang diamankan pada Kamis (21/11/2019) lalu.

"Rekan kami Rio Wijaya (RW) yang merupakan korban penganiayaan dan kekerasan di pos security JICT justru malah ditahan," ujar Ketua Serikat Pekerja (SP) JICT, Hazris Malsyah, Senin (25/11/2019).

Ia menyebutkan dari bukti visum, Rio dicekik dan ada luka benda tumpul di belakang kepala serta retak di rusuk kiri akibat penganiayaan yang terjadi di pos sekuriti JICT.

"Rekan kami Rio dikeroyok oleh tiga orang yakni YA, SA, dan A. YA dan A sudah ditahan di Polda Metro Jaya, sedangkan SA masih dalam pencarian," tambah Hazris.

Ia menyebutkan Rio justru malah balik dilaporkan oleh manajer sekuriti JICT LIM di Polres Pelabuhan Tanjung Priok terkait dengan tuduhan penghinaan terhadap YA melalui media sosial Facebook dan dijerat dengan UU ITE.

"Rekan kami Rio di amankan anggota Polres Pelabuhan pada Kamis (21/11) pukul 21.30 WIB dan dikenakan pasal 45 Ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE, dan Pasal 351 KUHP dan 352 KUHP tentang penganiayaan," jelasnya.

Sementara itu, Nur Laili Fitri (37) istri dari Rio berharap agar suaminya bisa segera ditangguhkan penahanannya apalagi setelah suaminya mendapatkan luka cukup serius akibat pengeroyokan di pos securiti tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan