Jakarta Dinilai Seperti Kampung, Ini Komentar Anies

Jakarta Dinilai Seperti Kampung, Ini Komentar Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menaiki kendaraan listrik pada Karnaval Jakarta Langit Biru di kawasan Bundaran Senayan, Minggu, 27 Pktober 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Lenny Tristia Tambun / BW Selasa, 26 November 2019 | 15:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menanggapi sindiran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menyatakan Kota Jakarta seperti kampung bila dibandingkan dengan Kota Shanghai, Tiongkok, Gubernur DKI Jakarta Anies Basweda menilai pernyataan itu mengarah kepada sebuah transformasi kota.

“Begini, Pak Tito tadi memberikan gambaran transformasi yang dialami oleh Tiongkok selama empat dekade. Karena beliau menceritakan bagaimana analisis-analisis di akhir 1970-1980 untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi di Tiongkok,” kata Anies Baswedan dalam acara Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, Tito menceritakan pengalamannya saat menghadiri beberapa pertemuan di Australia dan Selandia Baru. Pada pertemuan tersebut, banyak negara sudah membicarakan transformasi pembangunan Kota Shanghai yang begitu cepat.

“Di mana-mana sudah membicarakan transformasi itu. Jadi menceritakan betapa cepatnya terjadi perubahan di sana. Jadi menurut saya, tidak usah dilepaskan konteks percakapannya. Konteks percakapannya adalah konteks percakapan tentang transformasi,” terang Anies Baswedan.

Kendati demikian, Anies Baswedan menilai pernyataan Tito Karnavian sebagai pemicu untuk mempercepat transformasi Kota Jakarta. Ia sendiri mengakui, transformasi kota Shanghai sangat cepat bila dibandingkan beberapa dekade yang lalu.

“Itu artinya juga PR bagi kita untuk mempercepat transportasi. Dan objektif saja, bahwa dalam beberapa dekade, perekonomian Tiongkok yang asalnya kecil, lompat sampai 100 kali lebih besar. Jadi melampauinya bukan hanya kasus Jakarta dan Shanghai, melainkan juga bagaimana Tiongkok dibandingkan dengan seluruh dunia. Lompatan 100 kali perekonomian. Itu dahsyat,” ungkap Anies Baswedan.

Pernyataan Mendagri tidak dianggapnya sebuah sindirian, justru ia menganggapnya sebagai sebuah pelajaran penting untuk mempercepat transformasi sebuah negara. “Jadi menurut saya, justru pelajaran penting. Yang kita ambil dari pesan yang disampaikan Pak Mendagri tadi, adalah pesan tentang transformasi sebuah negara,” ujar Anies Baswedan.

Mengenai kata kampung yang diucapkan Mendagri, dianggap santai oleh Anies Baswedan. Karena memang bagi media, kata tersebut termasuk menarik minat untuk dibaca oleh warga. “Tetapi sesungguhnya, ini adalah pesan penting. Bagaimana transformasi sebuah negara itu terjadi. Dikerjakan dengan konsisten selama beberapa dekade dan mereka sekarang merasakan buahnya,” papar Anies Baswedan.



Sumber: Suara Pembaruan