Pembangunan Terowongan Cibitung Mulai Dikerjakan

Pembangunan Terowongan Cibitung Mulai Dikerjakan
Lokasi pembangunan terowongan sekitar Stasiun Cibitung, Kabupaten Bekasi, tampak alat berat meratakan tanah pembebasan lahan. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Kamis, 28 November 2019 | 10:38 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Rencana pembangunan terowongan (underpass) di Jalan Bosih Raya, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, atau tepat di sekitar Stasiun Cibitung, mulai dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemhub).

Di lokasi, sejumlah bangunan telah dirobohkan menyusul telah selesainya pembebasan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Bahkan alat berat backhoe juga sudah mulai bekerja meratakan lahan. Kini, pembangunan terowongan di perlintasan sebidang rel kereta api mulai dikerjakan secara bertahap.

"Pembangunan underpass Cibitung sudah mulai dilaksanakan. Sebab, pemerintah daerah sudah selesai melakukan pembebasan lahan," ujar Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, Kamis (28/11/2019).

Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah membebaskan lahan seluas 6.061 meter persegi dengan anggaran Rp 88 miliar.

"Pemerintah Kabupaten Bekasi yang menyiapkan lahan, pusat (Kemhub) yang membangunnya," katanya.

Pembebasan lahan telah dilakukan sejak dua tahun lalu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2015 Rp 47 miliar dan APBD 2016 Rp 41 miliar.

Anggaran sebesar itu untuk 65 bidang dengan luas lahan mencapai 6.061 meter persegi.

Rencananya, konstruksi terowongan memiliki lebar 37 meter untuk dua jalur dengan panjang sekitar 400 meter yang membentang dari sisi selatan ke utara.

Nantinya, Underpass Cibitung akan mengurangi kemacetan arus lalu lintas dari dua sisi, yakni menuju wilayah Kecamatan Cibitung, Tambelang, dan Sukatani.

Wakasat Lalu Lintas Polrestro Bekasi, Kompol Supadmi, menambahkan pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan saat pembangunan terowongan tersebut. "Selama pembangunan warga tetap bisa melintas di jalan ini," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan