8 Bulan Beroperasi, Jumlah Penumpang MRT Hampir 20 Juta Orang

8 Bulan Beroperasi, Jumlah Penumpang MRT Hampir 20 Juta Orang
Penumpang yang berada di atas MRT. ( Foto: Suara Pembaruan/Bernadus WIjayaka )
Lenny Tristia Tambun / CAH Senin, 2 Desember 2019 | 11:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak beroperasi pada 24 Maret 2019, hingga 26 November 2019, jumlah penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sudah mencapai hampir 20 juta orang. Tepatnya, selama delapan bulan beroperasi jumlah penumpang MRT Jakarta sudah mencapai 19.990.950 orang.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan jumlah penumpang MRT yang cukup tinggi dalam delapan bulan beroperasi ini, menunjukkan MRT Jakarta sudah mulai menjadi transportasi publik favorit warga Jakarta setelah Transjakarta.

“Artinya, animo warga untuk menggunakan MRT Jakarta sebagai transportasi untuk aktivitas sehari-hari sudah cukup tinggi. Keberadaan MRT Jakarta sudah mendapat tempat di hati warga yang ingin beraktivitas dengan cepat, nyaman, aman juga harga terjangkau,” kata William Sabandar, Senin (2/12/2019).

Dengan tercapainya angka jumlah penumpang hampir 20 juta orang selama delapan bulan, maka target jumlah penumpang harian MRT juga terlampaui.

Diungkapkannya, rata-rata jumlah penumpang MRT Jakarta per hari tertinggi sudah mencapai 93.165 orang. Sedangkan rata-rata jumlah penumpang per bulan sudah mencapai sebanyak 83.516 orang.

Sementara target yang ditetapkan MRT Jakarta untuk tahun pertama beroperasi adalah 65.000 penumpang per hari.

“Jadi ketika ketepatan waktu masih 50 persen, penumpang naik. Lalu ketika ketepatan waktu sudah 100 persen sekarang, jumlah penumpang juga naik dengan cepat,” ujar William Sabandar.

Baca JugaMRT Jakarta Bersiap Melantai di Bursa pada 2022

Melihat peningkatan jumlah penumpang yang cukup tinggi, William pun optimistis jumlah penumpang tahun depan akan semakin meningkat. Ia menargetkan pada tahun 2020, jumlah penumpang sudah bisa mencapai 110.000 penumpang per hari. Kemudian di tahun 2021, dapat mencapai 130.000 penumpang per hari.

“Dalam delapan bulan saja sudah bisa mencapai 90.000 lebih penumpang per hari. Maka dua tahun ke depan, saya optimistis jumlah penumpang MRT Jakarta akan semakin meningkat. Apalagi MRT Jakarta sekelas internasional. Bisa dibandingkan dengan kota-kota lainnya. Jadi, begitu diberi pelayanan premium, banyak warga yang biasa naik mobil pribasi, akhirnya beralih naik transportasi publik,” terang William Sabandar.

Untuk meningkatkan ridership MRT Jakarta, PT MRT Jakarta sudah menyiapkan beberapa strategi.

Diantaranya, menambah interkoneksi MRT Jakarta dengan Transjakarta, kereta Commuterline, LRT Jakarta, Railink dan Angkasa Pura.

Bila dulu hanya tiga, kini sudah lima stasiun MRT Jakarta yang terintegrasi dengan Transjakarta. Integrasi dilakukan berdasarkan Pergub Nomor 79 tahun 2019. Dinas Perhubungan DKI menetapkan trayek layanan bus Transjakarta yang terintegrasi dengan layanan kereta MRT Jakarta.

Kelima stasiun MRT yang terintegrasi dengan Transjakarta adala Stasiun MRT Asean, Stasiun MRT Blok A, Stasiun MRT Haji Nawi, Stasiun MRT Cipete dan Stasiun MRT Fatmawati.

Selain menambah integrasi dengan Transjakarta, PT MRT Jakarta menambah area park and ride. Sehingga semakin memudahkan perpindahan dari kendaraan pribadi ke MRT untuk meneruskan perjalanan ke pusat kota.

Awalnya, baru tiga park and ride yang disediakan. Satu di lahan eks Polri dekat kawasan Stasiun Lebak Bulus dan dua area lainnya ada di dekat stasiun Fatmawati. Ketiganya mampu menamppung 630 motor dan 285 mobil.

 



Sumber: BeritaSatu.com