Kempan RB Berikan Penghargaan pada Almarhum Sutopo

Kempan RB Berikan Penghargaan pada Almarhum Sutopo
Sutopo Purwo Nugroho. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / YUD Selasa, 3 Desember 2019 | 09:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kempan RB) memberikan penghargaan 'Dia yang Dikenang' kepada mantan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Almarhum Sutopo Purwo Nugroho.

Dedikasi dan pengabdian Sutopo dalam menjalankan tugasnya menyampaikan informasi mengenai kebencanaan meski tengah berjuang melawan kanker sudah sepatutnya menjadi teladan dan panutan bagi para ASN saat ini dan di masa yang akan datang.

Penghargaan kepada Sutopo disampaikan Deputi Bidang SDM Aparatur Kempan RB, Setiawan Wangsaatmaja kepada Retno Utami Yulianingsih, istri almarhum Sutopo dalam Malam Anugerah ASN 2019 di Gedung LPP TVRI, Jakarta, Senin (2/12/2019) malam.

"Sosok yang sangat luat biasa yang patut kita kenang, yaitu bapak Sutopo Purwo Nugroho. Seorang ASN yang berdedikasi. Tetap berjuang menyampaikan informasi meski dalam keadaan sakit bahkan hingga akhir hayat," kata Setiawan.

Sutopo sebelumnya mendapat penghargaan sebagai ASN Inspiratif pada 2018 lalu. Penghargaan tersebut merupakan satu diantara sederet penghargaan lain yang diraih Sutopo.

Setiawan mengaku terkenang dengan pesan Sutopo bahwa hidup bukan soal panjang pendek usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain

"Atas dedikasi dan inspirasi yang luar biasa beliau layak mendapat penghargaan 'Dia yang Dikenang'. Dikenang akan semangat baja dan suri tauladan yang pantas diikuti oleh ASN saat ini dan ASN generasi mendatang," katanya.

Diketahui, Sutopo meninggal pada Minggu 7 Juli 2019 sekitar pukul 02.00 di Guangzhou, Tiongkok saat menjalani pengobatan kanker di Guangzhou St. Stamford Modern Cancer Hospital, Tiongkok. Sutopo meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker paru-paru stadium 4B yang dideritanya sejak akhir 2017.

Dalam menjalankan tugas sebagai Pahlawan Kemanusiaan dan informan andalan BNPB, Sutopo selalu tampil penuh totalitas dalam memberikan informasi kebencanaan. Sebagai contoh ketika Indonesia dilanda bencana bertubi-tubi pada tahun 2018 seperti gempa bumi beruntun di NTB, gempa disusul tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah, dan tsunami senyap di Selat Sunda.

Pada saat yang bersamaan sesungguhnya, pada tahun 2018 Sutopo juga sedang berjuang untuk tetap hidup di tengah sakit kanker paru-paru yang menggerogoti tubuhnya.

Selain berjuang melawan penyakit kanker stadium 4B, ia juga tidak menyerah melawan berbagai berita yang simpang siur dan informasi bohong alias hoax terkait bencana melalui media sosial yang ia kelola secara pribadi dan tentunya melalui siaran pers bersama para awak media semasa hidup.

Selama proses pengobatan kemoterapi di Indonesia, Sutopo selalu langsung kembali ke kantor untuk memberikan konferensi pers. Di rumah sakit ia membuat siaran pers dan menyebarkan ke ribuan wartawan yang dikelolanya dalam grup WhatsApp bernama Wapena dan Medkom BNPB 1-7. Sutopo juga sering menyelenggarakan konferensi pers di kediamannya ketika bencana terjadi pada akhir pekan.

Di mana pun dan kapan pun, Sutopo selalu hadir untuk mengabarkan informasi bencana di Tanah Air. Selain pernah melakukan wawancara dengan media di rumah, ia juga melayani awak media di halaman rumah sakit, di mal, atau bahkan pernah di TPU Pondok Rangon saat dirinya melayat, dan sebagainya.

"Pak Sutopo itu peraih ASN Inspiratif 2018. Kita semua kehilangan beliau. Kita semua tahu di tengah sakitnya, beliau tetap melaksanakan tugasnya sebagai pelayan publik. Jadi kami memutuskan memberikan penghargaan kepada pak Sutopo sebagai 'Dia yang Dikenang'," kata Ketua Dewan Juri Anugerah ASN 2019 yang juga Direktur Utama TVRI, Helmi Yahya.

Selain Sutopo, dalam Malam Anugerah ASN 2019, Kempan RB memberikan penghargaan kepada tiga ASN terbaik untuk masing-masing kategori PNS Inspiratif, The Future Leader dan PPT Pratama Teladan.

Untuk PNS Inpiratif diraih oleh Jaya Setiawan Gulo, Fungsional Umum Pelaksana Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan; Nanny Yulia, Penata Urusan Kesehatan Polres Brebes; dan Virna Dwi Oktariana, Kadiv Glukoma atau Koordinator Pendidikan Kesehatan Mata Rumah Sakit Cipto mangunkusumo, Kementerian Kesehatan.

Sementara tiga ASN peraih penghargaan The Future Leader, yakni Aryo Pamoragung Kabag Perencanaan Program dan Pelaporan Kementerian Komunikasi dan Informatika; Aldiwan Haira Putra dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Empat Lawang; Susilo Ratnawati dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo.

Sedangkan untuk PPT Teladan diraih oleh Dwi Teguh Wibowo dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan; Iwan Dakota dari Kementerian Kesehatan; dan Iwan Suprijanto dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selain itu, terdapat penghargaan untuk kategori ASN favorit pilihan netizen yang diraih oleh Didik Ismu dari Kelurahan Tombang Permai Kabupaten Banggai.

Para ASN terbaik ini berhak atas penghargaan Piala Adhigana. Adhigana, dalam Bahasa Sansekerta bermakna seorang individu dari golongan unggul. Secara lebih dalam, sifat dari nama Adhigana memiliki ciri peduli sesama, dermawan, tidak mementingkan diri sendiri, patuh terhadap kewajiban, serta ekspresi kreatif.

Menpan RB, Tjahjo Kumolo mengatakan penghargaan ini diberikan kepada para ASN berprestasi, inovatif dengan pengabdian tulus untuk melayani masyarakat. prestasi para ASN ini semakin menggerus citra PNS yang selama ini terstigma lamban bahkan malas. Tjahjo berharap prestasi para peraih penghargaan dapat menginspirasi dan mengajak ASN lainnya untuk lebih berkarya.

"Dan pada akhirnya akan mendorong menjadi sebuah gerakan masif bagi perbaikan negeri ini. Perbaikan layanan kepada masyarakat yang secara nyata akan dinikmati, mendukung perwujudan Indonesia Emas di tahun 2045 nanti," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan