MRT Masih Mampu Mengangkut 175.000 Penumpang Per hari

MRT Masih Mampu Mengangkut 175.000 Penumpang Per hari
Sejumlah penumpang di dalam perjalanan kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) dari Stasiun MRT Bunderan HI, Jakarta, Senin 1 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tritia Tambun / BW Selasa, 3 Desember 2019 | 14:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, masih ada potensi untuk meningkatkan jumlah penumpang moda raya terpadu (MRT) Jakarta dalam waktu dua tahun ke depan. MRT masih mampu mengangkut 175.000 penumpang per hari.

Hal itu karena jumlah rata-rata penumpang MRT Jakarta per hari pada tahun ini, belum mencapai batas kapasitas maksimal.

“Jumlah rata-rata penumpang sebanyak 90.000 orang lebih per hari itu belum mencapai batas kapasitas maksimal,” kata William Sabandar kepada beritasatu.com, Selasa (3/12/2019).

Oleh karena itu, pihaknya berani menargetkan jumlah penumpang MRT Jakarta pada 2020 mencapai 110.000 orang per hari. Kemudian pada 2021 rata-rata penumpang MRT mencapai 130.000 orang per hari.

“Kapasitas maksimal jumlah penumpang MRT Jakarta per hari bisa sampai 175.000 orang. Kalau kita targetkan 130.000 orang per hari, memang sudah padat, tetapi masih oke, belum sesak,” ujar William.

Satu rangkaian MRT Jakarta memiliki kapasitas 1.900 penumpang sekali angkut. Dengan jam operasi mulai pukul 05.00 WIB hingga tengah malam, jumlah maksimal penumpang per hari sekitar 175.000 orang.

PT MRT mempunyai 14 rangkaian MRT. Satu rangkaian terdiri dari enam kereta/gerbong. Jam operasional MRT dari pukul 05.00 hingga 24.00.

Selang waktu keberangkatan antar-rangkaian kereta adalah setiap lima menit pada waktu-waktu sibuk, yaitu 07.00-09.00 dan 17.00-19.00. Di luar itu, headway tetap 10 menit. Itu untuk weekdays atau hari kerja.

Selama delapan bulan beroperasi, total jumlah penumpang MRT Jakarta sudah mencapai 19.990.950 orang.

William Sabandar merasa optimistis dengan sarana dan prasarana yang ada, jumlah penumpang MRT Jakarta akan terus meningkat dan melebihi target. Hal itu sudah terbukti sejak MRT Jakarta beroperasi komersial pada 1 April 2019. Jumlah penumpang sudah melebihi dari target yang ditetapkan pada tahun pertama operasi, yaitu 65.000 orang per hari.

“Bisa dilihat dari data yang ada. Ternyata, kehadiran MRT Jakarta sebagai sarana transportasi publik sudah sangat ditunggu-tunggu masyarakat. MRT Jakarta sudah menjadi kebanggaan dan bagian hidup warga Jakarta. Dari awal beroperasi jumlah penumpangnya saja rata-rata sudah mencapai 74.000 orang lebih. Sampai dengan hari ini, jumlah penumpang masih di atas target,” jelas William Sabandar.



Sumber: Suara Pembaruan