Asal-usul Granat Masih Diselidiki

Masih Dalam Perawatan Intensif, 2 Anggota TNI Belum Bisa Dimintai Keterangan

Masih Dalam Perawatan Intensif, 2 Anggota TNI Belum Bisa Dimintai Keterangan
Korban ledakan di Monas, Selasa 3 Desember 2019. ( Foto: ist )
Gardi Gazarin / RSAT Rabu, 4 Desember 2019 | 11:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dua anggota TNI yang terluka akibat ledakan granat di Monas yakni Serka Fajar dan Praka Gunawan sampai Rabu (4/12/2019) masih dalam perawatan intensif di RSPAD Jakarta. Kedua korban masih belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan tim medis.

Kedua korban, Serka Fajar dan Praka Gunawan merupakan saksi kunci ledakan granat yang cukup keras di Monas, Jakarta Pusat, Selasa kemarin.

"Keterangan saksi korban merupakan paling utama untuk mengetahui penyebab ledakan granat tersebut. Namun kita belum dapat menggali keterangan karena yang bersangkutan masih dirawat intensif di rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada SP, Rabu (14/12/2019).

Jubir Polda Metro itu mengatakan petugas telah selesai melakukan olah TKP ledakan di dalam area Monas bagian utara yang bersebrangan dengan gedung Kementerian Dalam Negeri.

Saat ini pihak kepolisian sedang mendalami serpihan serpihan granat yang ditemukan di lokasi diduga sebagai pemicu ledakan yang terjadi pada Selasa pagi.

Menurut Kombes Yusri Yunus, pihaknya belum bisa memastikan apakah yang meledak granat atau bukan karena semuanya masih bersifat dugaan sementara. Sebab, saksi kunci adalah kedua korban yang sampai sekarang belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat atas luka yang dideritanya.

Serka Fajar menderita luka serius di tangan kirinya karena granat itu dia pegang dengan tangan kiri. Sedang Praka Gunawan menderita luka di paha.

Beberapa saksi lain yang ada sekitar lokasi saat peristiwa ledakan itu telah dimintai keterangan tim penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy menyebutkan, granat bisa dimiliki anggota pasukan pengendalian massa (dalmas) dan mungkin tertinggal. Sejauh ini belum diketahui dari mana asal usul granat yang menyebabkan dua anggota TNI itu jadi korban.

Menurut Irjen Gatot, pihaknya terus mendalami untuk memastikan asal usul granat yang meladak dan melukai dua anggota TNI yang sedang berolah raga di area Monas.

Polisi terus mengumpulkan informasi terkait kepastian asal granat yang meledak itu. Apakah milik anggota yang tertinggal atau ada yang sengaja meletakkan dan akhirnya meledak.

Sebelumnya disebutkan, saat kedua korban sedang lari pagi menemukan sebuah bungkusan plastik di area ledakan. Ketika dibuka ternyata berisi sebuah granat, dan ketika diambil oleh Serka Fajar dengan tangan kirinya tiba-tiba granat itu meledak menyebabkan tangan kirinya mengalami luka serius.



Sumber: Suara Pembaruan