Terapkan ETLE di Tol, Jasa Marga dan Polda Metro Jaya Tandatangani Kesepakatan Bersama

Terapkan ETLE di Tol, Jasa Marga dan Polda Metro Jaya Tandatangani Kesepakatan Bersama
Jasa Marga dan Dirlantas Polda Metro Jaya membuat perjanjian kerja sama penegakan hukum lalu lintas di jalan tol dengan sistem ETLE, di Kantor BPJT, Jakarta, Selasa (3/12/2019)‎ kemarin. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Rabu, 4 Desember 2019 | 17:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani dan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf menandatangani perjanjian kerja sama antara Jasa Marga dan Polda Metro Jaya. Penandatanganan kerja sama ini tentang penegakan hukum lalu lintas di jalan tol dengan sistem electronic traffic law enforcement (ETLE), di Kantor Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Kesepakatan kerja sama ini bertujuan meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta penegakan hukum lalu lintas, khususnya di jalan tol.

Jasa Marga sudah mendambakan kesepakatan ini segera terwujud.

"Kami memang sangat mengharapkan hal ini terealisasi. Dengan dimulainya ETLE ini di jalan nontol selama setahun kemarin, jumlah pelanggaran turun sebanyak 27 persen. Kami berharap dengan ETLE yang diterapkan di jalan tol ke depannya, pengguna jalan tol juga dapat semakin tertib lalu lintas, menurunkan tingkat kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas," ujar Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, dalam keterangannya, Rabu (‎4/12/2019).

Dia menjelaskan, sistem ETLE ini dapat mengingatkan pengguna tol terkait batas kecepatan maksimum, batas muatan kendaraan, dan pelanggaran lainnya seperti penggunaan sabuk pengaman, dan telepon seluler saat mengemudi‎.

Penegakan hukum ETLE yang bekerja sama Jasa Marga-Polda Metro Jaya, awalnya akan dilakukan pada Jalan Tol wilayah hukum Polda Metro Jaya, yakni Jalan Tol Dalam Kota (ruas Cawang-Tomang-Pluit), Jalan Tol Soedijatmo, Jalan Tol JORR, dan Jalan Tol Jagorawi melalui Smart CCTV yang telah dipasang. Selain itu, dilengkapi juga rambu-rambu yang dipasang pada lokasi Smart CCTV tersebut.

Teknisnya, Smart CCTV akan memotret kendaraan yang melebihi ketentuan batas kecepatan atau pelanggaran lainnya di ruas jalan tol tersebut.

Lalu data hasil capture Smart CCTV yang ada di Jasa Marga akan diintegrasikan dengan database kepemilikan kendaraan yang ada pada sistem electronic registration and identification (ERI) dan ETLE milik Polda Metro Jaya untuk kemudian diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Turut hadir menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerja sama tersebut antara lain Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit dan Anggota BPJT Koentjahjo Pamboedi.

Kerjas ama ini merupakan wujud konkret dari penandatanganan kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan oleh BPJT, Direktorat Perhubungan Darat, Direktorat Bina Marga, Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), dan Korlantas Polri pada tanggal 12 November 2019.

"Kita akan lihat bagaimana penegakan hukum pada jalan tol dengan sistem ETLE dalam rangka meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas," sambung Danang Parikesit.

Dalam penerapan ETLE ini, kata dia, standard operating procedure (SOP) juga sangat penting. SOP tersebut nantinya diharapkan bisa digunakan untuk moda-moda transportasi lainnya.

"Penerapan sistem ETLE dan sistem ERI ini juga mendukung implementasi pembayaran tol dengan Sistem multilane free flow ke depannya," tuturnya.

Pada kesempatan sama, Kombes Pol Yusuf menyampaikan, penerapan ETLE dalam satu tahun dapat menurunkan tingkat pelanggaran lalu lintas di jalan nontol hingga sebesar 27 persen di wilayah DKI Jakarta berdasarkan evaluasi Kepolisian.

‎"Tentu saja hal ini dapat kita capai bersama dengan memperhatikan apa yang juga sudah disampaikan oleh Kepala BPJT tadi, bahwa penerapan SOP terkait dengan ETLE, khususnya yang akan diterapkan di Kawasan Jalan Tol dan Trans Jakarta akan menjadi perhatian kami," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan