Kamera Tilang Elektronik Bidik Pengendara Sepeda Motor

Kamera Tilang Elektronik Bidik Pengendara Sepeda Motor
Sejumlah pengendara sepeda motor melintasi jalur sepeda di jalan Protokol di Jakarta. ( Foto: BeritaSatu Photo / Ruht Semiono )
Bayu Marhaenjati / FER Kamis, 5 Desember 2019 | 19:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, bakal melakukan penilangan terhadap pengendara sepeda motor yang melakukan pelanggaran, menggunakan kamera sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), tahun depan. Saat ini, polisi sedang menyiapkan kamera yang bisa merekam pelat nomor kendaraan sepeda motor dari berbagai arah.

Kamera Tilang Elektronik Juga Sorot Pelanggar Jalur Sepeda

"Jadi sedang kita setting untuk TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor), itu dengan posisi bagaimana agar bisa terekam. TNKB motor ini kan beda-beda, beda dengan mobil. Jadi kita ambil aplikasi itu kan proses. Setelah itu jadi, kita sosialisasi dulu sebulan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/12/2019).

Yusuf mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan agar kamera ETLE dapat merekam pelat nomor dari berbagai arah. "Jadi ada posisi motor itu TNKB-nya ada di atas, di bawah, di samping kayak Harley. Itu yang akan kita sinkronkan bagaimana kamera itu bisa menembus dari berbagai macam arah. Kalau itu sudah oke, kita sosialisasikan. Ya, kamera ini bisa kan yang ditembak TNKB-nya karena menyangkut masalah data kendaraan, data kendaraan didapat dari pelat nomornya," ungkap Yusuf.

Yusuf menyampaikan, secepatnya kebijakan penilangan sepeda motor menggunakan kamera ETLE akan diberlakukan apabila secara teknis kamera sudah bisa membidik pelat nomor. "Dalam waktu dekat pasti kita akan realisasikan. Secepatnya, ini masih dalam proses," katanya.

Tilang Elektronik Bidik Pelanggar Sepeda Motor

Menyoal bagaimana proses tilangnya, Yusuf menyampaikan, sama dengan sistem ETLE yang sudah berjalan. Pelanggar yang ter-capture kamera ETLE akan langsung diverifikasi oleh petugas back office di Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, untuk memastikan validitas jenis pelanggaran yang dilakukan.

Selanjutnya, petugas akan mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan melalui PT Pos atau melalui alamat email dan nomor handphone pelanggar. Proses tersebut akan dilakukan 3 hari setelah terjadinya pelanggaran. Dalam surat konfirmasi akan disertakan foto bukti pelanggaraan itu.

Setelah mendapatkan surat konfirmasi, pemilik kendaraan wajib melakukan konfirmasi penerimaan melalui situs www.etle-pmj.info atau melalui aplikasi Android ETLE-PMJ. Pemilik kendaraan juga dapat mengirimkan blanko konfirmasi tersebut ke posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Pelanggar diberikan waktu 5 hari untuk melakukan konfirmasi.

Melalui metode konfirmasi itu, pemilik kendaraan dapat mengklarifikasi siapa yang menjadi subyek pelanggar, termasuk bila kendaraan telah dijual ke pihak lain dan belum dilakukan proses balik nama.

Setelah surat konfirmasi diterima, pelanggar akan diberikan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran serta kode BRI virtual sebagai kode virtual pembayaran ETLE melalu bank BRI. Selanjutnya, pelanggar diberikan waktu selama 7 hari lagi untuk membayar denda tilang. Jika tidak ada pembayaran akan dilakukan pemblokiran STNK sementara sampai denda tersebut dibayarkan.

"Proses tilang sama seperti sekarang. Yang masuk jalur busway, enggak pakai helm bisa kena itu," tandas Yusuf.



Sumber: BeritaSatu.com