Sembilan Bulan Operasi, MRT Jakarta Raih Laba Rp 60 M

Sembilan Bulan Operasi, MRT Jakarta Raih Laba Rp 60 M
Ilustrasi MRT. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / YUD Jumat, 6 Desember 2019 | 07:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Selama sembilan bulan pada tahun pertama operasi, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta berhasil meraih laba sebesar Rp 60 miliar. Laba itu diperoleh selama beroperasi mulai Maret hingga November 2019.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, selama sembilan bulan beroperasi, perusahaannya menerima pendapatan sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan pengeluaran untuk biaya operasional MRT maupun perusahaan sebesar Rp 940 miliar. Sehingga, ada laba sebesar Rp 60 miliar.

“Di tahun pertama beroperasi, selama sembilan bulan ini, pengeluaran kami kira-kira sebesar Rp 940 miliar. Sedangkan pendapatan kita mencapai Rp 1 triliun. Jadi ada laba komprehensif sebesar Rp 60 miliar,” kata William Sabandar, Jumat (6/12/2019).

Ia merincikan pendapatan yang diterima oleh PT MRT Jakarta berasal dari tiga sumber pendapatan. Ketiganya adalah penjualan tiket (farebox revenue), penjualan nontiket (non farebox revenue) dan subsidi PSO dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Untuk pendapatan dari penjualan tiket, PT MRT Jakarta meraup penghasilan sebesar Rp 180 miliar. Dengan jumlah penumpang mulai dari 24 Maret hingga 26 November 2019 mencapai 19,99 juta. Atau jumlah penumpang per bulannya rata-rata mencapai 83.516 orang. Dengan rata-rata jumlah penumpang tertinggi mencapai 93.165 orang.

Kemudian, pendapatan dari penjualan nontiket diraih sebesar Rp 225 miliar. Pendapatan ini didapatkan dari telekomunikasi sebanyak dua persen, periklanan 55 persen, retail dan UMKM sebesar satu persen dan penamaan stasiun atau naming rights sebesar 33 persen.

“Jadi untuk pendapatan dan non farebox revenue, yang paling banyak berkontribusi dari sektor periklanan dan naming rights. Kedua ini yang akan kita genjot di tahun depan. Supaya kita dapat membukukan laba lebih besar lagi dari tahun ini,” terang William Sabandar.

Lalu, pendapatan terakhir yang didapatkan PT MRT Jakarta dari anggaran kewajiban pelayanan publik (public service obligation-PSO) yang dialokasikan Pemprov DKI dalam APBD DKI 2019. Tahun ini, PT MRT Jakarta baru menerima PSO sebesar Rp 560 miliar dari total PSO yang diberikan senilai Rp 672,3 miliar.

“Ini saja sudah lebih besar dari pendapatan tiket. Selain tiga sumber pendapatan ini, ada juga pendapatan lain-lain, seperti bunga bank,” ujar William Sabandar.



Sumber: BeritaSatu.com