Anies Enggan Komentari Polemik Pengadaan Komputer Rp 182,9 Miliar

Anies Enggan Komentari Polemik Pengadaan Komputer Rp 182,9 Miliar
Rapat Pembahasan Anggaran KUA-PPAS APBD DKI 2020 di Komisi E DPRD DKI, gedung DPRD DKI, Jakarta, Kamis (31/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 7 Desember 2019 | 18:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, enggan menanggapi lebih jauh soal polemik keributan antara anggota DPRD DKI Jakarta, karena pengadaan komputer Rp 182,9 miliar. Anies menyerahkan urusan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) kepada DPRD DKI.

Polemik keributan itu terjadi karena ada tudingan dari anggota fraksi PDI-P DPRD Cinta Mega yang menyatakan Anggota fraksi PSI DPRD DKI, Anthony Winza, membocorkan materi rapat kepada awak media. Anies menganggap perdebatan antara anggota dewan adalah hal yang lumrah.

"Biar dibahas antar DPRD. Kan itu perdebatan antar Dewan," ujar Anies di stadion Internasional Velodrome, Jakarta Timur, Sabtu (7/12/2019).

Mengenai anggaran yang dinilai janggal karena nilainya fantastis, Anies juga enggan menanggapinya. Anies menyatakan, saat ini anggaran masih dalam proses pembahasan. "Semuanya sekarang dalam pembahasan," tandas Anies.

PSI Minta BPRD DKI Jelaskan Anggaran 1 Unit Komputer Rp 128,9 Miliar

Sebelumnya, anggota komisi C DPRD Jakarta dari Fraksi PSI, Anthony Winza, mengungkap anggaran janggal, yakni pengadaan komputer. Anggaran tersebut memiliki nilai yang fantastis sebesar Rp 128,9 miliar.

Hal itu diungkap Anthony saat rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) bersama Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta di ruang komisi C gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019) siang. Belakangan pemberitaan soal anggaran itu telah tersebar.

Pada rapat lanjutan di hari yang sama, anggota fraksi PDI Perjuangan di komisi C, Cinta Mega, melayangkan protes kepada Anthony. Cinta Mega menganggap Anthony dengan sengaja menyebar materi rapat ke awak media.

Anthony dan Mega lantas saling adu argumen di ruang rapat. Setelah itu keduanya ditenangkan oleh Ketua Komisi C Habib Muhamad bin Salim Alatas, dengan menskors rapat sampai keesokan harinya.

Kepada wartawan, Anthony mengaku tidak terima dengan tudingan Mega soal dirinya menyebar materi rapat. Menurutnya anggaran tersebut ia ungkap saat rapat komisi yang digelar terbuka untuk umum.

"Saya kaget dituding kalau saya menyebarkan kepada wartawan, padahal rapat tidak dinyatakan tertutup, berarti terbuka dan statement itu saya utarakan di dalam rapat," ujar Anthony.



Sumber: BeritaSatu.com