Gerakan Bersepeda Semakin Digaungkan di Jakarta

Gerakan Bersepeda Semakin Digaungkan di Jakarta
Para pesepeda berkumpul di Jalan MH Thamrin sekitar Patung Kuda Monumen Nasional (Monas) untuk berolahraga di Car Free Day Jakarta pada Minggu (8/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus)
Carlos Roy Fajarta / WBP Minggu, 8 Desember 2019 | 07:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ratusan pesepeda dari berbagai wilayah di Jakarta kembali memedati area Car Free Day (CFD) di area silang Monumen Nasional (Monas) mulai Patung Kuda di Jalan MH Thamrin hingga kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan di Jalan Sudirman pada Minggu (8/12/2019).

Pemprov DKI Jakarta memang sedang menggiatkan gerakan bersepeda dan jalan kaki menyusul dibangunnya fasilitas jalur sepeda di berbagai sudut jalan Ibu Kota serta memperlebar area trotoar untuk membiasakan masyarakat menggunakan transportasi publik.

Mursidi (52), warga Kalianyar Tambora, Jakarta Barat mengaku menikmati bersepeda di rute Monas - GBK Senayan di akhir pekan. "Berolahraga penting untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan pikiran tetap rileks setelah jenuh dengan aktivitas pekerjaan dari Senin sampai Jumat atau bahkan hingga hari Sabtu," ujar Mursidi kepada Beritasatu.com di depan Patung Kuda MH Thamrin, Minggu (8/12/2019).

Dia bersama komunitas sepeda lainnya mencoba rute baru yakni menuju Pantai Maju karena biasanya mereka hanya berkumpul di Senayan atau Bundaran HI. "Ingin mencoba rute baru biar ada pengalaman, karena kalau hanya rute-rute itu saja bosan," tambahnya.

Sementara Julio (31), anggota komunitas Taruna Gowes mengatakan sekitar 20 anggota komunitasnya yang berseragam biru bersepeda dari Patung Kuda menuju Pantai Maju.

"Saya rasa penting jika ada semangat dari pemerintah daerah untuk mendorong gerakan bersepeda ini, karena masyarakat belum sepenuhnya sadar pentingnya berolahraga rutin untuk kebugaran dan kesehatan," kata Julio.

Anggota komunitas yang berdomisili di Jalan Taruna Serdang Kemayoran, Jakarta Pusat itu berharap agar masyarakat Jakarta bisa lebih menghargai pesepeda dengan tetap mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas yang sudah dibuat khususnya di jalur sepeda.

"Kalau untuk selalu steril 100 persen setiap saat tidak mungkin, tapi yang ingin kita gaungkan adalah agar pengguna jalan lainnya khususnya sepeda motor lebih menghargai pesepeda dengan tidak menyerobot jalur sepeda dan tetap menjaga jarak aman dengan para pesepeda," tambahnya.

Sementara Jimmy Basolo (35) dari komunitas Jakarta Sepeda Lipat (Jakseli) berharap dengan gerakan bersepeda lambat laun dapat membuat masyarakat bisa beralih menggunakan transportasi publik ramah lingkungan.

Penggiat dan pengamat transportasi sepeda, Hendro Talenta berharap dengan adanya kegiatan Jakarta Morning Ride yang diinisiasi selama tiga pekan (1, 8, dan 15 Desember) dengan rute Patung Kuda - Pantai Maju di Minggu pagi bisa menjadi salah satu alternatif rute bersepeda masyarakat Jakarta.

"Jakarta Morning Ride (JakMori) yang kita perkenalkan ini berjarak kurang lebih 23 kilometer mengambil rute melewati Harmoni - Kota Tua - Pluit - PIK untuk memperkenalkan kawasan hijau baru yakni Pantai publik Maju di pesisir Jakarta dengan dukungan dari Jakpro dalam mendukung gerakan bersepeda ini," kata Hendro.



Sumber: Suara Pembaruan