Kritik Anies, FPI Sebut Kebijakan DKI Tidak Sentuh Rakyat Kecil

Kritik Anies, FPI Sebut Kebijakan DKI Tidak Sentuh Rakyat Kecil
Festival Disjoki (DJ) Internasional, Djakarta Warehouse Project (DWP). ( Foto: ist )
Yustinus Paat / WBP Selasa, 31 Desember 2019 | 13:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Front Pembela Islam (FPI) menyindir sejumlah kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak menyentuh rakyat kecil. Menurut FPI, banyak kebijakan Anies hanya menekankan aspek populer, tetapi tidak substansial.

Juru Bicara FPI Munarman mencontohkan salah satu kebijakan Anies yang tidak substansial bahkan kontroversial adalah perizinan penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project (DWP). FPI, kata Munarman, sangat menentang kegiatan tersebut.

"DWP itu acara yang isinya cuma hedonis. Saya kira semua agama tidak menyukai kegiatan-kegiatan seperti ini," kata Munarman dalam diskusi bertajuk "Leadership Outlook 2020: Potret Kinerja Pemimpin Potensial" yang diselenggarakan KAHMI Institute di Double Tree by Hilton Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2019).

Jalur Sepeda Harus Aman dan Dilengkapi Fasilitas Pendukung

Selain itu, kata Munarman kebijakan Anies soal pengkhususan jalan sepeda dan memperlebar jalur pedestrian juga tidak menyentuh rakyat kecil. Menurut Munarman, saat ini tidak ada masyarakat kecil yang menggunakan sepeda. Alat transportasi itu justru hanya digunakan oleh masyarakat kalangan menengah ke atas.

"Enggak ada rakyat kecil naik sepeda. Enggak ada kami lihat sepeda ontel di jalan seperti dahulu kala. Yang kita lihat di jalan justru sepeda-sepeda mahal yang harganya Rp 40 juta-an, harganya saja melebihi harga sepeda motor," kata Munarman.

DKI Pastikan Djakarta Warehouse Project 2019 Taati Aturan

Saat ini kata dia, rakyat kecil menggunakan motor sebagai alat transportasi. Sedangkan sepeda yang ada di jalanan harganya lebih mahal dari motor rakyat kecil.

"Jadi kebijakan ini untuk siapa? Kebijakan ini kan hanya memfasilitasi hobi, bukan permasalahan rakyat kecil yang mayoritas ada di Jakarta," jelas Munarman.

Sementara kebijakan Anies yang memperlebar jalur pedestrian juga tidak memberikan manfaat signifikan untuk rakyat kecil di DKI Jakarta. Menurut Munarman, Indonesia punya iklim yang berbeda dengan Eropa yang sejuk dan dingin.

"Kalau kita di Indonesia ini jalan saja satu kilometer, sampai di kantor berkeringat. Orang justru kebauan. Ini kan tidak sehat," ungkap Munarman.

FPI, kata Munarman mengharapkan Anies mengeluarkan kebijakan yang benar-benar menyentuh rakyat kecil. Dia menilai masih banyak rakyat kecil di DKI yang tidak mendapat hak yang layak.

"Anies harusnya memperhatikan kesejahteraan rakyat kecil. Jadi kita mendukung bukan asal mendukung, tetapi kita mendukung pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kesejahteraan rakyat," pungkas Munarman.



Sumber: BeritaSatu.com