Banjir, PLN Matikan Aliran Listrik di Sejumlah Titik di Bekasi

Banjir, PLN Matikan Aliran Listrik di Sejumlah Titik di Bekasi
Beberapa lokasi di Bekasi yang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Cikeas Cileungsi, Rabu 1 Januari 2020. ( Foto: Dok )
Mikael Niman / WBP Rabu, 1 Januari 2020 | 13:08 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Hujan mengguyur sebagian wilayah Jawa Barat khususnya Kota Bekasi, Bogor, Depok, dan Cikarang sehingga menyebabkan beberapa wilayah terendam banjir. Mengantisipasi hal itu, PLN melakukan pemadaman sementara aliran listrik di wilayah terdampak banjir demi keselamatan masyarakat agar terhindar dari bahaya arus listrik.

Hingga pukul 09.36 WIB, PLN memadamkan listrik di wilayah Kota Bekasi yang mengalami banjir di antaranya yakni Perumahan Taman Galaxy, Taman Cikas, Kemang Pratama, Rawalumbu, Pekayon, Pengasinan, Pondok Timur Indah, Perumnas 1,2 dan 3, Durenjaya, Margahayu dan beberapa Wilayah PLN Jawa Barat di seputaran Gunung Putri, Bogor Depok, dan Cikarang.

"Kami turut prihatin atas musibah ini, kami amankan listriknya sampai benar-benar siap untuk dinyalakan agar masyarakat terhindar dari sengatan listrik," ungkap General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Agung Nugraha, Rabu (1/1/2020).

Pihaknya juga memohon maaf dan pengertian warga untuk daerah yang terdampak pemadaman listrik di sekitar atau dekat lokasi banjir. "Hal ini terpaksa kami lakukan demi keselamatan warga yang terdampak banjir," tutur Agung Nugraha.

PLN mengimbau kepada masyarakat apabila wilayahnya tergenang air segera ‎matikan listrik dari meter circuit breaker (MCB)‎. Cabut seluruh peralatan listrik yang tersambung dengan setop kontak serta naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman. Apabila aliran listrik di sekitar rumah belum padam, segera hubungi contact center 123, aplikasi PLN mobile atau kantor PLN terdekat meminta untuk dipadamkan.

"Setelah banjir surut, pastikan semua alat elektronik dan jaringan listrik dalam keadaan kering. PLN juga memastikan semua jaringan distribusi listrik dalam keadaan kering dan aman untuk menyalurkan energi listrik," pungkas Agung Nugraha.



Sumber: Suara Pembaruan