OVO Galang Crowdfunding untuk Korban Banjir Jabodetabek

OVO Galang Crowdfunding untuk Korban Banjir Jabodetabek
Tim bantuan ikut mengevakuasi korban banjir. ( Foto: Istimewa )
Jaja Suteja / JAS Jumat, 3 Januari 2020 | 16:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - OVO, platform pembayaran dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, kembali memfasilitasi pengguna untuk berdonasi bagi musibah banjir di wilayah Jabodetabek.

Sejak hari Rabu (1/12020) puluhan ribu warga Jabodetabek terpaksa mengungsi akibat banjir. Hal ini mendorong OVO untuk kembali menghadirkan donasi digital bagi para pengguna yang ingin meringankan dampak yang dialami, serta meningkatkan
ketanggapan terhadap bencana.

Kali ini, OVO, didukung oleh Grab, menggandeng Palang Merah Indonesia, Baznas, Aksi Cepat Tanggap dan Rumah Zakat untuk penyaluran bantuan. Menegaskan pentingnya kolaborasi antarekosistem digital, Bareksa, marketplace reksadana
online pun menyatakan dukungan untuk gerakan ini, sebagai bentuk nyata kepedulian sosial perusahaan.

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra mengatakan, “Sebagai platform keuangan digital yang melayani Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi pengguna ekosistem yang ingin berbagi kebaikan, dan meringankan dampak yang dialami oleh korban musibah banjir," ujarnya.

"OVO meyakini bahwa layanan keuangan digital merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan teknologi yang memiliki potensi besar untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat, termasuk membangun ketanggapan terhadap musibah,” Karaniya menambahkan.

Untuk memperluas jangkauan penyaluran bantuan, OVO menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai organisasi sosial kemanusiaan terbesar di Indonesia. Pelaksana Harian Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita, menambahkan, pihaknya menyambut baik inisiatif ini.

“Kami menyambut baik upaya OVO dalam mendorong penggalangan donasi secara digital, hal ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan berdonasi yang mengakar di masyarakat untuk meningkatkan ketanggapan terhadap penanggulangan serta pencegahan terjadinya musibah," ungkap Ginanjar.

"Terkait dengan banjir yang terjadi di Jabodetabek, PMI telah menerjunkan sejumlah tim yang melakukan evakuasi, pendampingan serta posko di berbagai wilayah di Jabodetabek,” Ginanjar menambahkan.

Sejak mulai melayani Indonesia di tahun 2017, OVO telah beberapa kali terlibat dalam penggalangan donasi untuk menanggulangi bencana di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Palu, Sulawesi Tengah dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tak hanya mendukung proses evakuasi dan rehabilitasi di wilayah yang terdampak, OVO pun turut mendukung terbentuknya ketanggapan dalam menghadapi musibah.

“Sejak Maret 2019, OVO dan Rumah Zakat telah bekerja sama untuk penanggulangan bencana dengan memberikan bantuan alat kebencanaan berupa perahu karet untuk 6 kota, yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Pontianak, Makassar dan Kediri," ujar CEO Rumah Zakat, Nur Efendi.

"Saat ini, bantuan dari pengguna OVO berperan besar dalam proses evakuasi yang masuk terus dilakukan oleh tim Rumah Zakat di berbagai wilayah. Hingga saat ini, tim Rumah Zakat telah mengevakuasi ratusan warga masyarakat, khususnya lansia yang membutuhkan perhatian medis, wanita hamil dan anak-anak,” ujar Nur Efendi menambahkan.

Pengguna OVO dapat berdonasi dengan mengakses home banner di aplikasi OVO. Bersama dengan Grab, OVO akan memberikan dana pendamping dengan skema matching fund sampai dengan Rp 1 miliar. Donasi akan dimanfaatkan sebagai pendukung tim survei dan evakuasi, sembako, makanan bayi, obat-obatan, serta kebutuhan vital lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com