Menteri PUPR: Disiapkan Rusun Bagi Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung

Menteri PUPR: Disiapkan Rusun Bagi Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (Foto: Beritasatu TV)
Aichi Halik / AHL Jumat, 3 Januari 2020 | 21:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah pusat sudah menyiapkan rumah susun (rusun) bagi 800 kepala keluarga yang akan terdampak proyek normalisasi Sungai Ciliwung.

"Kalau untuk normalisasi kita juga sudah menyiapkan rusunnya untuk 800 KK bisa kita pindahkan ke sini. Jadi kita sudah siapkan sebenarnya di Rusun Pasar Rumput," kata Basuki usai melapor kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal penanganan banjir di sejumlah daerah di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Basuki mengatakan, proyek normalisasi pertama kali berjalan sejak Desember 2012, namun memasuki tahun 2018 proyek ini mandek. Dari total 33,5 kilometer bantaran kali yang harus dinormalisasi hanya 16 km yang selesai dan masih menyisakan 17,5 km.

Menurut Basuki, Presiden Jokowi juga mengarahkan agar dalam menangani banjir di Jakarta Kementerian PUPR melanjutkan pembangunan dua bendungan di kawasan hulu.

"Jadi penanganan banjir di Jakarta ini di bagian hulu kita bangun dua bendungan yaitu bendungan Sukamahi dan bendungan Ciawi, semua akan kita kerjakan pada tahun 2020 ini. pembebasan lahannya sudah lebih dari 95 persen jadi saya kira mudah-mudahanan fisiknya bisa kita lakukan secepatnya," ujar Basuki.

Sedangkan untuk sodetan, kata Basuki, dari 1,2 km sudah diselesaikan 600 meter.

"Tinggal kurang 600 meter. Ini Pak Gubernur sudah berdiskusi, bermusyawarah dengan masyarakat untuk membebaskan 'intake-nya', supaya kita bisa bikin 'intake-nya' di Ciliwung itu bisa dialirkan, Insya Allah mudah-mudahan tidak terlalu lama akan bisa kita bebaskan," ucap Basuki.



Sumber: BeritaSatu TV