Meski Jadi Korban Banjir, Anggota DPRD DKI Ini Bantu Korban Banjir

Meski Jadi Korban Banjir, Anggota DPRD DKI Ini Bantu Korban Banjir
Anggota DPRD DKI Jakarta, Eneng Malianasari. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AO Jumat, 3 Januari 2020 | 22:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Eneng Malianasari atau biasa disapa Mili membantu korban banjir sejak 1 Januari 2020. Meskipun rumahnya terkena banjir, Mili tetap turun ke lapangan mengecak dan memberikan bantuan kepada warga DKI Jakarta yang menjadi korban banjir.

"Saya turun (lapangan) sejak 1 Januari lalu untuk mengecek, lalu pada 2 Januari kirim bantuan. Rumah saya juga terkena banjir. Setelah menyelesaikan di rumah, baru pergi membantu warga," cerita Mili kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Mili mengungkapkan dirinya turun di beberapa lokasi banjir di Jakarta Barat, yakni seputar Kedoya, Taman Kota, dan Kembangan. Dia mengaku warga kesulitan mengakses bantuan dan tidak bisa membuat dapur umum, sehingga mereka membutuhkan makanan yang bisa langsung dimakan dan mudah diolah.

"Akhirnya, kami kemarin memberikan makanan yang sudah jadi dan sembako yang mudah diolah. Kita sumbang kemarin 500 porsi makanan yang sudah jadi," tutur dia.

Selain jaminan makanan, kata Mili, warga di tiga daerah tersebut mengharapkan ada listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi. Pasalnya, sejak 1 Januari, warga masih kesulitan mengakses listrik, air bersih dan sinyal untuk telepon genggam masih susah.

"Kemudian, terutama yang punya bayi, kalau misalnya dia mau stok ASI juga tidak bisa, karena tidak ada fasilitas freezer atau ada freezer, tetapi tidak bisa digunakan karena listrik mati," kata dia.

Berdasarkan cerita beberapa warga di tiga lokasi tersebut, lanjut Mili, hingga 2 Januari, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum ada yang turun ke lokasi itu. Bahkan, kata dia, Wali Kota Jakarta Barat juga belum turun di tiga tempat tersebut.

Mili mengaku sempat melakukan koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta melalui telepon genggam karena di lapangan dia mengaku tidak bertemu dengan pihak Pemprov.

"Sejauh ini, yang kami lakukan adalah koordinasi dengan Pemprov. Kebutuhannya apa. Misalnya, evakuasi kalau ada warga yang tertahan di rumah. Hanya, persoalannya, ada beberapa warga yang tidak mau dievakuasi ke posko. Jadi, mereka hanya mengungsi ke rumah-rumah tetangga yang memiliki rumah tingkat dua," terang dia.

Lebih lanjut, Mili berharap Pemprov DKI bergerak cepat untuk memulihkan kondisi setelah banjir, khususnya di tiga daerah tersebut. Dia mencontohkan, pemprov bisa segera menyediakan penyedot, karena air belum surut padahal kemarin dan hari ini sudah tidak ada hujan lagi.

"Kesulitannya, sampai hari ketiga, airnya belum surut juga. Kita sudah minta Pemprov lakukan penyedotan atau langkah lainnya. Saya juga sebenarnya belum melihat gerak cepat (pemprov). Beberapa titik, meskipun tidak diguyur hujan lagi, masih banjir. Di Jakarta Barat, kemarin tidak ada hujan, hari ini tidak hujan, seharusnya air sudah surut," tutur dia.

Mili mengatakan, hingga saat ini PSI membangun dua posko dan dapur umum, yakni di GOR Cengkareng, Jakarta Barat dan di Pejagalan, Jakarta Utara. PSI, kata dia, siap membantu warga yang terdampak banjir.

"Posko di Cengkareng, di GOR, ada yang ngungsi sebanyal 600-an orang. Kalau posko di Pejagalan, saya belum update jumlahnya," kata Mili.



Sumber: Suara Pembaruan