Anies Yakin Kegiatan Belajar Hari Pertama Akan Normal Pascabanjir

Anies Yakin Kegiatan Belajar Hari Pertama Akan Normal Pascabanjir
Seorang guru membersihkan meja pascabanjir yang merendam SMA Negeri 8 Jakarta di Bukit Duri, Tebet, Jakarta, Sabtu (4/1/2020). Data Kemendikbud menyebutkan per 3 Januari 2020 terdapat 290 sekolah terdampak banjir di wilayah DKI Jakarta yang terdiri dari 201 sekolah terendam banjir dan 89 sekolah mengalami gangguan pada akses menuju sekolah. ( Foto: ANTARA FOTO / Aprillio Akbar )
/ JAS Sabtu, 4 Januari 2020 | 22:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan yakin kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah setelah libur panjang berjalan normal meski beberapa wilayah masih terdampak banjir awal tahun baru.

"Insyaallah (KBM) hari Senin normal di Jakarta," kata Anies di SMA 8 Jakarta, Sabtu (4/1/2020) petang.

Anies menyebut sebanyak 211 sekolah berbagai tingkat pendidikan dan di lima wilayah kota terdampak banjir. Namun kini 208 sekolah sudah tidak tergenang dan saat ini sedang dalam pembersihan.

"Masih ada tiga sekolah yang tergenang sekarang. Tapi saya yakin Senin bisa beroperasi. Barang-barang yang berisiko sudah diamankan ke lantai atasnya. Memang ada yang harus dibersihkan dan harus diganti. Tapi secara umum tertangani dan lantai atasnya insyaallah bisa beroperasi," ujar Anies.

Saat ini, kata Anies, Pemprov DKI Jakarta menurunkan sumber dayanya seperti Dinas Gulkarmat dan PPSU, untuk membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak agar kegiatan belajar mengajar pada hari Senin mendatang.

"Kembali sempurna belum, karena perlu waktu untuk pembersihan. Tetapi paling tidak, kegiatan belajar-mengajar tetap bisa berlangsung dengan ada rekayasa ruangan yang dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi tiap-tiap sekolah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 8 Jakarta, Rita Hastuti, mengatakan akibat banjir di sekolahnya yang mulai pada tanggal 1 Januari 2020 sekitar pukul 22.00-23.00 WIB dengan ketinggian hingga dua meter itu mengakibatkan setidaknya meja dan bangku rusak, sementara kerusakan lainnya sedang didata.

"Peralatan yang sebagian rusak adalah bangku untuk belajar. Tapi kerugian lengkap sedang kami data mana yang tidak bisa kita pakai. Ini kan kita masukkan ke kelas-kelas, berapa bangku yang siap. Nanti yang tidak siap, yang rusak, kita hitung," ucap Rita.

Rita mengatakan sejak dua hari ini dilakukan kegiatan pembersihan lumpur, kemudian pembersihan menggunakan disinfektan dengan harapan pada hari Senin para siswa bisa memulai kegiatan belajarnya.

"Untuk Senin bisa dipastikan bisa mulai belajar. Di lantai dua dan lantai tiga, kita naikkan kelas ke atas," ujar Rita menambahkan.

Diketahui, akibat hujan deras sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 pagi, menyebabkan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Pemprov DKI Jakarta menurunkan 120.000 petugas untuk menanggulangi banjir tersebut.



Sumber: ANTARA