Pemkot Jaktim Perkirakan Pembersihan Dampak Banjir Butuh Seminggu

Pemkot Jaktim Perkirakan Pembersihan Dampak Banjir Butuh Seminggu
Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto memimpin kerja bakti di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu 5 Januari 2020. ( Foto: Antara / Fianda Rassat )
/ YUD Minggu, 5 Januari 2020 | 18:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto memperkirakan proses bersih-bersih dan pemulihan material sisa banjir di kawasan Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur membutuhkan waktu 7 (tujuh) hari.

Meski demikian Uus mengatakan waktu pengerjaan bisa saja bertambah karena kondisi lapangan, salah satunya adalah cuaca.

"Pembersihan ini perlu kira-kira seminggu, sekarang sudah hampir tiga hari, bisa juga lebih dari seminggu dengan melihat kondisi di lapangan," kata Uus saat ditemui di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2020).

Dia mengatakan sampah dan lumpur yang terbawa banjir sangat banyak, meski demikian dia menegaskan jajarannya akan bekerja maksimal untuk memastikan warga bisa segera kembali ke rumah.

"Sampah-sampah yang masih menimbun rumah warga juga sangat banyak sekali, ini juga juga perlu dilakukan secara cermat dan kita harapkan sesegara mungkin, agar warga bisa menempati rumah masing-masing, agar mereka bisa beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Sebanyak 800 personel gabungan diturunkan dalam kegiatan kerja bakti ini, dengan rincian 300 personel TNI, 150 personel Polri dan sisanya dar instansi Pemkot, seperti Sumber Daya Air, Bina Marga, Lingkungan Hidup, Kehutanan dan PPSU.

Dia juga mengatakan hari ini di Jakarta Timur secara serentak diadakan kerja bakti massal untuk membersihkan sisa-sisa banjir yang terjadi.

Uus yang memimpin kegiatan kerja bakti ini juga mendengarkan keluhan dan masukan dari warga dan menggerakan jajarannya agar kerja bakti ini tepat sasaran dan memberikan hasil yang maksimal.

Separuh Jalan Jatinegara Barat hingga kini masih ditutup karena digunakan untuk posko kesehatan dan logistik yang didirikan untuk warga Kampung Pulo.



Sumber: ANTARA