Soal Tanggul, Dinas SDA DKI Sebut Hanya Retak

Soal Tanggul, Dinas SDA DKI Sebut Hanya Retak
Suasana sekitar bantaran tanggul Kali Angke di Jalan Lindung RW 12 Kelurahan Pejagalan dekat rumah Pompa Waduk Teluk Gong Jakarta Utara yang sempat terendam banjir hingga 1,5 meter dan warga korban banjir mengaku tidak mendapatkan bantuan dengan merata, Senin, 13 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Lenny Tristia Tambun / YUD Senin, 13 Januari 2020 | 17:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Juaini Yusuf mengatakan sudah melakukan pemeriksaan tanggul-tanggul yang ada di beberapa wilayah Jakarta. Hasilnya, tidak ada tanggul yang rusak, melainkan hanya retak saja.

Akibat adanya keretakan tanggul tersebut, maka air laut pun merembes keluar. Kondisi tanggul seperti itu sudah langsung diperbaiki oleh Dinas SDA DKI.

“Untuk tanggul sudah diperiksa, dan tidak ada yang rusak. Hanya rembes saja, tapi sudah kami tambal-tambal,” kata Juaini Yusuf di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Hingga saat ini, sudah ada tiga tanggul yang dilaporkan retak sehingga air laut merembes keluar, yakni di kawasan Kamal dan Rawa Buaya di Jakarta Barat serta Latuharhary di Jakarta Pusat. Begitu dilaporkan, ketiga tanggul yang retak ini langsung diperbaiki.

“Ada laporan langsung kita kerjakan (perbaikannya) seperti di Rawa Buaya, Laturharhary. Yang jelas ada tiga tanggul yang kita kerjakan perbaikannya,” ujar Juaini Yusuf.

Dijelaskannya, konstruksi semua tanggul di DKI Jakarta tidak bermasalah. Bahkan tanggul yang retak pun tidak berpotensi jebol. “Tidak. Kan cuma air masuk sedikit, ada celah kosong. Bukan konstruksinya. Enggak ada masalah konstruksi,” tegas Juaini Yusuf.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan saat ini, Pemprov DKI bersama Kementerian PUPR sedang menginventarisir kerusakan tanggul yang ada di Jakarta. Ia sendiri mengkhawatirkan adanya tanggul-tanggul dalam kondisi retak-retak.

“Kita semuanya sedang menginventarisir apa-apa saja yang perlu penguatan. Karena kalau di Jakarta ini kalau rusak, rusak dalam arti tanggul ada, tapi yang lebih mengkhawatirkan itu yang mulai retak-retak,” ungkap Anies Baswedan.

Ia sendiri sudah menginstruksikan camat dan lurah untuk melalukan inventarisasi tanggul jebol, rawan jebol dan retak-retak di wilayahnya masing-masing. Dari hasil laporan sementara, ditemukan tanggul berpotensi retak di banyak titik.

“Kami sudah menemukan di banyak tempat potensi retak-retak yang bila ada tekanan besar, punya risiko. Bicara tanggul-tanggul tadi. Kan itu bukan jebol, tapi kan retak. Kemudian tanggul-tanggul yang bawahnya longsor, terkikis, erosi. Itu sekarang laporan dari lurah, camat itu kita kumpulkan semua,” terang Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com