BNPB: Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan Hingga Warning BMKG Usai

BNPB: Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan Hingga Warning BMKG Usai
Petugas Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menunjukkan lokasi penyemaian garam ke awan dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC). ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / YUD Selasa, 14 Januari 2020 | 20:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan pihak terkait akan terus melakukan modifikasi cuaca di sekitar Jabodetabek untuk menangkal tingginya curah hujan. Modifikasi cuaca dilakukan melalui operasi penyemaian garam melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, menjelaskan modifikasi cuaca akan terus dilakukan sampai warning atau peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selesai.

"Masih terus (modifikasi cuaca). Dilakukan sampai warning dari BMKG selesai," kata Agus Wibowo, Selasa (14/1/2020) di Jakarta.

Sebelumnya, BNPB dan BPPT menebarkan 6.400 kg NaCl atau garam selama operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC). Penyemaian material TMC bertujuan untuk mengalihkan potensi awan hujan sebelum hujan lebat masuk ke wilayah Jabodetabek.

Teknologi modifikasi cuaca disebut-sebut telah berhasil menekan tingginya curah hujan yang diprediksi terjadi pada pertengahan Januari sampai Februari 2020. BMKG sendiri memprediksikan bahwa curah hujan tinggi masih akan terjadi hingga Februari 2020 mendatang.



Sumber: Suara Pembaruan